Saat ini begitu banyak hal yang tidak bisa dilakukan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun hal ini tidak menyurutkan minat masyarakat untuk menikmati alam, sekaligus melakukan olahraga untuk menyehatkan tubuh.

Salah satunya adalah trail run yaitu olahraga lari lintas alam. Olahraga lari lintas alam ini, tengah diminati di Indonesia. Trail run ini juga sebagai alternatif untuk tetap menyalurkan hobi.

Olahraga ini menantang Anda untuk sehat sekaligus menikmati dan berpetualang di alam. Bagi para runner, yang sudah biasa melakukan olahraga lari, tetap akan mendapatkan pengalaman berbeda saat mengikuti trail run.

Pandi adalah seorang pelari marathon asal Kabupaten Karo, menurutnya olahraga lari marathon dan trail run adalah 2 kegiatan yang berbeda. Kedua olahraga lari ini, memiliki jenis rute dan  persiapan yang berbeda-beda.

Pandi mengatakan, “Kalau lari marathon biasanya menggunakan jalur aspal atau rute jalanan umum. Kalau trail run menggunakan jalur tanah dan bebatuan, kita bisa menemukan ketinggian, lembah, cuaca ekstrim dan berbagai tantangan lainnya. Jadi kita perlu persiapan khusus untuk olahraga trail run ini. Pokoknya, olahraga ini sangat seru walaupun menguras tenaga dan konsentrasi,” ucapnya bersemangat.

Untuk saat ini, dia dan beberapa orang pelari sudah bergabung dalam Komunitas Karo Trail Run. Berharap kegiatan ini akan semakin diminati para penggemar olahraga lintas alam khususnya di Kabupaten Karo.

Pandi, seorang pelari marathon yang juga hobi olahraga trail run/@karo_trail_run

Berikut ini dijelaskan, beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika akan mengikuti trail run. Baik untuk para pemula maupun yang sudah terbiasa melakukan olahraga tersebut :

1. Mulai Dengan Medan Atau Rute Yang Ringan

Walaupun Anda telah sering mengikuti ajang marathon, trail run tetap memiliki tantangan yang berbeda. Medan dengan elevasi tinggi, rute berbatu ataupun licin pastinya akan lebih menguras tenaga dan fisik. Sebab itu mulailah berlatih di medan atau rute yang tidak terlampau berat.

2. Perhatikan Cuaca

Memperhatikan kondisi cuaca adalah bagian persiapan yang amat penting. Hal ini tidak dapat disepelekan, terlebih cuaca saat ini tidak menentu. Di alam terbuka, perubahan cuaca akan sangat mempengaruhi kondisi fisik. Terlebih jika perlengkapan yang dipakai ataupun yang dibawa tidak mendukung. Ada baiknya juga Anda mengumpulkan informasi dari situs terpercaya, salah satunya tentang prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia. Jika cuaca tempat tujuan Anda memang diperkirakan buruk maka sebaiknya jadwal trail run Anda dirubah.

3. Persiapan Fisik Dan Perlengkapan

Jika prakiraan cuaca mendukung maka persiapan selanjutnya adalah fisik dan perlengkapan. Pastikan anda beristirahat dengan cukup di hari sebelumnya. Sementara soal perlengkapan yang harus diperhatikan, mulai dari sepatu, baju, tracking pole dan lain sebagainya. Jangan gunakan sepatu lari biasa melainkan sepatu lari yang memang sengaja didesain untuk lintas alam. Sepatu ini akan memiliki sol dengan daya cengkram yang lebih baik. Trail run mengharuskan anda sangat efisien dalam membawa kebutuhan Anda. Pastikan Anda membawa barang-barang yang krusial seperti minuman, makanan, jaket tahan angin dan hujan, hingga peta dan perlengkapan P3K sederhana.

4. Membentuk Kelompok

Jika lari jarak jauh saja anda disarankan untuk tidak sendirian, terlebih saat trail run. Bahkan lebih baik Anda lari dalam sebuah kelompok atau bersama komunitas. Hal ini penting karena bahaya dan risiko saat lari lintas alam lebih besar. Namun di saat pandemi ini pastikan juga protokol kesehatan tetap dijalankan

5. Tetap Fokus

Tetaplah dalam keadaan fokus. Kesadaran menjadi kunci utama pada saat melakukan trail run, terutama bagi pemula. Mengangkat kaki dan memperhatikan jalan setapak juga sangat penting.

6. Jaga Jarak Dengan Sesama Pelari

Kesalahan lain yang dilakukan pemula adalah berasumsi, bahwa bisa menaklukan rute dengan lancar serta tidak mengatur jarak dengan pelari lainnya. Jarak yang berdekatan dengan pelari lainnya bisa memicu kecelakaan, jika salah satu pelari tersandung akar atau batu maka pelari lainnya bisa ikut terkena. Tetaplah untuk menjaga jarak dengan pelari lainnya sejauh 10 kaki di belakang atau di depan pelari lainnya.

7. Tetap Fleksibel

Jangan terburu-buru dan keras kepala hanya untuk mengukur kecepatan. Ukurlah kemajuan berdasarkan waktu, bukan jarak dan terutama bukan kecepatan. Aturlah kecepatan dengan membiasakan diri, meningkatkan fokus, dan pada akhirnya kecepatan akan meningkat secara alami. Jika pada saat berlari akan kehabisan nafas secara tidak normal, berhentilah untuk beristirahat atau cukup dengan berjalan. Jika kondisi fisik memang sudah sangat turun jangan memaksakan untuk meneruskan perjalanan. Ingat, keselamatan lebih penting dari hobi ataupun pembuktian diri.

Beberapa pemuda yang tergabung dalam Komunitas Trail Run Kabupaten Karo/@karo_trail_run

Apakah Anda ingin mencoba olahraga lintas alam jenis trail run ini ? Jika iya, Anda harus memperhatikan beberapa persiapan di atas. Niscaya Anda akan mendapatkan sensasi sehat, keseruan menikmati alam dan pengalaman yang luar biasa. (*)