Tobaria – Danau Toba kembali bersiap menjadi pusat perhatian dunia dengan digelarnya Trail of the Kings (Lake Toba by UTMB) pada 17–19 Oktober 2025. Ajang ini menjadi seri perdana UTMB World Series yang diselenggarakan di Indonesia, sekaligus menandai masuknya Danau Toba ke jajaran destinasi lari trail paling bergengsi di dunia.
Acara ini akan diikuti lebih dari 1.000 pelari dari 26 negara, termasuk 128 peserta internasional dan ratusan pelari dari berbagai provinsi di Indonesia.
Mereka akan menaklukkan lintasan menantang di Pulau Samosir, dengan Marianna Resort & Convention Tuktuk – Samosir menjadi titik start utama. Selain kompetisi lari, ajang ini juga akan dimeriahkan dengan pameran UMKM serta festival budaya lokal yang menampilkan kekayaan tradisi Batak.
Sebagai bagian dari Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) ajang lari trail paling bergengsi di dunia, kehadiran Trail of the Kings di Danau Toba menjadi kebanggaan tersendiri. Dari 54 lokasi penyelenggaraan UTMB di seluruh dunia, Samosir menjadi satu-satunya tuan rumah di Indonesia untuk kalender 2025.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Ribuan peserta dan wisatawan yang hadir akan mendorong peningkatan okupansi hotel, konsumsi kuliner lokal, serta penjualan produk UMKM.
Dengan mengusung tema “Trail of the Kings”, ajang ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan warisan budaya Batak kepada dunia. Peserta internasional akan diajak menyelami keindahan alam Danau Toba sekaligus memahami nilai-nilai kearifan lokal masyarakatnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku UMKM, dan sektor perhotelan, Trail of the Kings diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba.
Bukan hanya menjadi ajang olahraga bergengsi, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi utama sport tourism Indonesia.Pemerintah memperkirakan jumlah pengunjung selama empat hari pelaksanaan mencapai 3.000 hingga 8.000 orang, yang diharapkan membawa dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar.
Pemprov Sumut, lanjutnya, berkomitmen menjadikan Danau Toba sebagai ikon sport tourism internasional, sejalan dengan upaya menjaga status UNESCO Global Geopark Toba Caldera, yang pada 2025 ini kembali meraih Green Card dari UNESCO.(*)
