Tobaria – Ajang lari lintas alam internasional Trail of The Kings by UTMB 2026 dipastikan kembali digelar di kawasan Danau Toba pada 12 hingga 14 Juni 2026. Event bergengsi ini menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Indonesia yang menggabungkan olahraga ekstrem dengan panorama alam Danau Toba yang mendunia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan penyelenggaraan tahun ini berjalan lebih meriah dengan kehadiran pelari dari berbagai belahan dunia.

Hingga saat ini, tercatat ratusan peserta dari 33 negara telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut. Beberapa negara yang ikut ambil bagian di antaranya Malaysia, Singapura, Jepang, Prancis, Inggris, Australia, China, Vietnam, hingga Afrika Selatan.

Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Muhammad Suib, menyampaikan bahwa kesuksesan acara ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku wisata, hingga masyarakat sekitar kawasan Danau Toba.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, menjelaskan bahwa antusiasme peserta internasional terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa Trail of The Kings semakin dikenal sebagai ajang trail run kelas dunia.

Dalam kompetisi tahun ini, peserta akan menaklukkan berbagai kategori lomba mulai dari 100 kilometer, 60 kilometer, 28 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer, hingga kategori khusus anak-anak.

Jalur perlombaan akan menyuguhkan tantangan alam khas kawasan Danau Toba, mulai dari perbukitan, hutan, hingga pemandangan desa-desa tradisional yang memanjakan mata.

Kesuksesan penyelenggaraan tahun sebelumnya juga menjadi bukti kuat besarnya dampak ekonomi dari event ini. Pada edisi 2025, lebih dari seribu peserta dari puluhan negara hadir dan memberikan kontribusi besar bagi sektor pariwisata serta ekonomi lokal. Hotel, transportasi, UMKM, kuliner, hingga pengrajin lokal turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.

Trail of The Kings by UTMB bukan hanya sekadar perlombaan olahraga, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya dan keindahan alam Sumatera Utara ke mata dunia. Event ini diharapkan semakin memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi sport tourism internasional yang mampu menarik wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmati pesona alam Indonesia.(*)