Tobaria – Kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang lari trail internasional Trail of The Kings (TOTK) 2025 pada 17–19 Oktober mendatang.

Event bergengsi ini menargetkan 2.200 pelari dari 24 negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, Jepang, hingga Australia. Menjadikannya salah satu agenda sport tourism terbesar di Indonesia tahun depan.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyebut bahwa TOTK 2025 merupakan kesempatan emas untuk memperlihatkan potensi pariwisata dan olahraga Indonesia di mata dunia.

“Event TOTK 2025 bisa menjadi etalase potensi Indonesia. Kami akan berkolaborasi lintas sektor agar sport tourism menjadi kekuatan baru pariwisata nasional,” ujar Menpora.

Ajang ini menghadirkan enam kategori lomba mulai dari Kids Run, 5K, 18K, 28K, 60K, hingga 100K. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, pendaftaran masih dibuka hingga 29 September 2025, sehingga peluang meningkatnya jumlah peserta, baik lokal maupun internasional, masih terbuka lebar.

Lebih dari sekadar kompetisi, TOTK 2025 diharapkan membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, terutama di sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan pariwisata lokal.

“Event ini akan memberi manfaat ekonomi bagi warga dan sekaligus menjadi ajang promosi Danau Toba secara global,” ujar Togap, salah satu panitia penyelenggara.

Side Event Bernuansa Budaya

Pemerintah Kabupaten Samosir turut menyiapkan beragam side event budaya untuk menyambut para peserta dan wisatawan.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menegaskan kesiapan daerahnya dalam menyambut tamu internasional.

“Kami siap mendukung penuh TOTK by UTMB dan menghadirkan pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi peserta dari seluruh dunia,” ujarnya.

Menariknya, pelaksanaan TOTK 2025 bertepatan dengan Hari Ulos Nasional yang jatuh pada 17 Oktober. Pemkab Samosir pun menjadikan momen ini sebagai ajang untuk melestarikan budaya Batak dengan menghadirkan kegiatan tambahan di Lapangan Hotel Mariana, Tuktuk Siadong.

Rangkaian acara Hari Ulos akan mencakup talk show tentang ulos, lomba fashion ulos, dan hiburan rakyat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai filosofis kain ulos sekaligus memperkenalkan budaya Batak kepada wisatawan mancanegara maupun domestik.(*)