Tobaria – Sumatera Utara menyajikan banyak keindahan alam selain danau toba. Pulau samosir ini dinilai penghasil wisata alam unik dan menarik. Tentunya tetap tidak lepas dari nilai budaya yang dipertahankan sejak dahulu.

Pesona wisata dari daerah Sumatera Utara ini meliputi budaya daerah seperti situs peninggalan sejarah, sungai, dan juga danau dengan cerita rakyat. Selain danau toba, Aek Sipitu Dai merupakan salah satu wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Destinasi wisata ini dikenal sebagai mata air pada daerah tersebut. Pancurannya dibagi menjadi dua jenis. Diantaranya empat sebagai lokasi pemandian perempuan, dan sisanya sebagai tempat khusus laki-laki.

Inilah Keunikan Mata Air 7 Rasa Aek Sipitu Dai

Mengenal Aek Sipitu Dai sebagai destinasi wisata daerah yang cukup terkenal di Sumatera Utara. Berikut nilai unik yang dapat Anda ketahui sebelum memutuskan untuk mengunjungi lokasi tersebut.

1. Memiliki Tujuh Pancuran dengan Rasa Berbeda

Nilai unik dari Aek Sipitu Dai yang pertama yaitu memiliki tujuh pancuran dengan rasa berbeda. Anda bisa mencicipi rasa manis, asam, asin, bahkan seperti soda pada aliran air dari pancuran tersebut.

Selain itu, pancuran ini juga digunakan sebagai mata air oleh penduduk sekitar. Lokasinya juga terletak di area pohon yang rimbun. Sehingga, setiap rasa yang dikeluarkan akan tetap memberikan kesegaran dan kesejukan.

2. Memiliki Cerita Sejarah

Indonesia selalu identik dengan unsur sejarah dan kebudayaannya. Tidak terkecuali pada destinasi wisata ini. Sebab, disebutkan bahwa munculnya legenda tujuh pancuran ini dikarenakan legenda Batak yang menyebar di penduduk sekitar.

Cerita ini diawali dari seorang dengan marga Limbong yang berusaha untuk mendapatkan sumber air. Tetapi setelah berusaha cukup lama, mata air tetap belum bisa didapatkan. Akhirnya, sosok Limbong berdoa dengan putus asa.

Kemudian, Limbong menancapkan tongkat ke salah satu tanah di area tersebut. Sebanyak tujuh tongkat tersebut di tancapkan. Tidak berselang lama, air jernih keluar dari dalam tanah, hal ini lah yang menjadi legenda mata Aek Sipitu Dai dikenal sebagai legenda daerah.

3. Tempat Sakral

Dikarenakan mengandung unsur sejarah dan legenda yang mendalam. Penduduk sekitar masih sering melakukan ritual demi menjaga kesejukkan area mata air. Pasalnya penduduk sekitar menjadikan lokasi ini sebagai lokasi yang sangat sakral.

Bahkan untuk menjaga kelestarian budaya. Setiap pengunjung yang ingin merasakan manfaat dari mata air ini diwajibkan untuk mengikuti ritual. Ritual dilakukan dengan melakukan permohonan dengan meletakkan jeruk purut dan sirih diantara 7 mangkuk putih.

4. Sebagai Obat Masyarakat Sekitar

Mata air Aek Sipitu Dai juga dipercaya mampu memberikan banyak khasiat kepada yang meminumnya. Mulai dari menyembuhkan penyakit, memudahkan dipertemukan dengan jodoh, hingga melancarkan proses melahirkan bagi yang sedang hamil.

Kelebihan akan khasiat yang dimiliki mata air Aek Sipitu Dai membuat banyak pendatang turun untuk merasakan manfaat. Tidak hanya dari penduduk Sumatera Utara saja. Bahkan, beberapa orang dari pulau yang berbeda juga turut berkunjung untuk menikmati keindahan dan manfaat airnya.

5. Sumber Air Penduduk

Keunikan lain dari mata air daerah Sumatera Utara ini adalah menjadi sumber air penduduk sekitar. Sebab kebutuhan air sehari-hari diambil dari pancuran ini. Terlebih saat musim kemarau dan sumur banyak mengalami kekeringan.

Legenda dari munculnya mata air ini memberikan banyak manfaat kepada penduduk sekitar. Sebab, meski keadaan sekitar sedang kering namun Aek Sipitu Dai ini tetap mengeluarkan air bersih seperti biasanya.