Gunung Sibayak termasuk dalam hutan lindung berupa hutan alam pengunungan. Kawasannya tergabung dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Taman hutan tersebut merupakan Tahura ketiga di Indonesia.
Sepanjang pendakian, wisatawan dapat melihat indahnya hutan dan susunan tebing serta perbukitan sekitar. Selama perjalanan, wisatawan akan menemukan aliran air dari sela-sela batuan gunung yang sangat menyegarkan.
Air pegunungan yang terus mengalir tersebut merupakan salah satu sumber untuk air mineral kemasan. Airnya dingin dan sangat jernih sehingga dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi para pendaki. Warga di sekitar area pun banyak yang memanfaatkannya sebagai air minum.
Kawah Gunung Sibayak masih aktif mengeluarkan uap dari sumber panas bumi perut gunung. Pesona lain berupa kawah seluas 40.000 m2. Lengkap dengan solfatara penghasil belerang bersuhu 119°C, suhu di areanya berkisar 21°C. Suara desingan sesekali terdengar karena tekanan asap belerang dari lubang berdiameter sekitar 10 sentimeter.

Danaunya yang digenangi air hangat cukup luas merupakan spot foto favorit bagi para pendaki. Areal dengan bebatuan berwarna hitam dan putih akibat letusan gunung memberikan pemandangan yang eksotis. Gunung vulkanik ini juga masih aktif mengeluarkan asap dengan ketinggian sekitar dua kilometer.
Gunung Sibayak merupakan destinasi wisata alam gunung di Kabupaten Karo yang sering dikunjungi wisatawan. Gunung ini dikenal dengan kemegahan dan kepopulerannya di kalangan wisatawan. Keindahan dan tantangan yang ditawarkannya menjadi daya tarik bagi wisatawan. Gunung dengan ketinggian 2.094 meter di atas permukaan laut ini kerap menjadi objek pendakian.
Wisatawan dapat memilih beberapa rute yang digambarkan dari peta topografi pendakian. Terdapat rute dengan tingkat kesulitan yang masih cukup ekstrim, sedang, maupun rute wisatawan.
Salah satu rute pendakian dari kaki gunung yaitu Desa Raja Berneh atau Berna. Dikenal warga setempat dengan nama Desa Semangat Gunung, jaraknya sekitar 15 kilometer dari Berastagi. Jalur singkat ini merupakan yang paling mudah karena medannya tergolong mulus dan tertata.
Terlihat hamparan tanaman sayuran dan buah-buahan yang tumbuh subur. Di sepanjang jalan terlihat bangunan-bangunan rumah warga yang masih menjaga keaslian seni arsitektur tradisional yang terwujud dalam rumah-rumah tradisional khas Batak Karo. Jalur wisata ini sangat cocok untuk para pendaki pemula karena dapat dilalui kendaraan. Wisatawan tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra melalui jalur ini.

Jalur lainnya berjarak sekitar 3 kilometer dari Berastagi, Desa Jaranguda berada di kaki Gunung Sibayak. Melewati jalur ini, wisatawan akan disuguhkan pemandangan menanjak dengan hamparan pepohonan serta perkebunan warga. Wisatawan juga akan melewati lokasi wisata pemandian air panas alami.
Wisatawan biasanya memilih jalur ini karena jarak tempuhnya lebih cepat dan aman untuk dilalui. Wisatawan dapat naik angkutan umum menuju Desa Jaragunda yang mengantarkan sampai gerbang pendakian.
Jalur ketiga yaitu melalui jalur 54, jalur ini terbuka dari kawasan Penatapan di Km 54 jalan raya Medan-Berastagi. Jalur ini dikenal cukup menguras tenaga sehingga kurang cocok bagi pendaki pemula. Melalui jalur menantang yang cukup ekstrim ini, wisatawan harus mengajak seorang pemandu jalan.
Perjalanan menuju puncak melalui jalur 54 memakan waktu sekitar 5 jam. Wisatawan akan dihadapkan dengan medan menantang serta jalan terjal dengan jarak tempuh cukup jauh.
Gunung Sibayak setidaknya memiliki tiga puncak dan ketiganya memungkinkan untuk didaki. Titik puncak tertinggi menjadi daya tarik utama dari gunung ini.
Puncak tertinggi disebut sebagai Takal Kuda yang berarti kepala kuda. Memiliki karakteristik bebatuan vulkanik yang indah dipandang dari kejauhan maupun jarak dekat. Mendaki Gunung Sibayak di tanah Karo menjadi destinasi pilihan para wisatawan di masa liburan.
Dari area puncak, wisatawan dapat melihat pemandangan gunung Sinabung berdiri gagah dengan keindahannya. Pemandangannya identik dengan tebing dan hamparan hijau yang memikat pandangan mata. Luasnya pemukiman dan pedesaan di kaki gunung pun dapat terlihat dari ketinggian. Hamparan pemandangan lanskap kota Berastagi serta Medan dengan kerlip cahaya lampunya terlihat dari kejauhan.
Mengejar momen sunrise dari puncak Gunung Sibayak Karo Sumatera Utara. Untuk mengejar sunrise dari atas puncak gunung Sibayak, wisatawan perlu mendaki lebih awal. Para pendaki biasanya memulai pendakian pukul 02.00 wib untuk berburu momen terbitnya matahari.
Dari puncak Takal Kuda, wisatawan dapat menikmati detik-detik mentari menyapa dari balik awan. Pemandangan dari puncak gunung yang menjadi incaran para pendaki ini akan membuat siapapun terpukau.
Berkemah bisa dilakukan di lahan datar di samping kawah Gunung Sibayak. Area kawah yang berkontur landai menjadi tempat para pendaki berkemah untuk beristirahat. Area perkemahan juga terdapat di kaki gunung, tempat wisatawan memarkirkan kendaraan bermotor. Lokasi tersebut juga merupakan tempat wisatawan mendirikan tenda untuk bermalam.
Mengusir hawa dingin, wisatawan dapat membuat api unggun sekaligus memasak air dan makanan lainnya. Saat malam cerah, wisatawan dapat melihat taburan bintang di angkasa yang seolah begitu dekat. Tebing-tebing bukit akan terlihat tersusun rapi dengan warna lebih gelap dibandingkan langit malam.
Nah, penasaran dengan keindahan Gunung Sibayak ? Buat teman-teman yang hobi mendaki, yok tektokan atau bahkan ingin sensasi lebih dengan ngecamp ? Gunung Sibayaklah top mountain di Kabupaten Karo. *Jmh
