Dalam rangka menyemarakkan Perayaan Hari Ulos Nasional yang ke 7 yaitu pada 17 Oktober 2021. Yayasan Pusuk Buhit mengadakan lomba Pemilihan Putri Ulos Tahun 2021 dengan tema, “Ulos Menyatukan Kita.”
Sebagaimana diketahui, Ulos Batak Toba telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda dari Provinsi Sumatera Utara oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia pada 17 Oktober 2014 lalu.
Satu tahun kemudian, tepatnya 17 Oktober 2015, Kemendikbud menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional. Sejak saat itu, setiap 17 Oktober Hari Ulos Nasional dirayakan dengan beragam acara.
Ketua Panitia Perayaan Hari Ulos dan Lomba Pemilihan Putri Ulos 2021 Daniel Kaban mengatakan, “Kita berharap partisipasi siapa saja, khususnya Suku Batak dari berbagai puak untuk pempopulerkan kain ulos kapan saja. Menjadi kebanggaan tersendiri ketika kita mendapati satu hari dalam setahun sebagai Hari Ulos Nasional.”
“Melalui moment peringatan Hari Ulos Nasional ini, kita mengadakan lomba Pemilihan Putri Ulos Tahun 2021. Dimana Putri Ulos yang terpilih nanti, bisa menjadi Duta Ulos yang akan bercerita banyak kepada siapa dan dimana saja tentang kain ulos juga kebudayaannya,” sebut Daniel.

Proses registrasi ulang dan audisi berjalan lancar pada 16 Oktober 2021, dan hari ini 17 Oktober 2021 bertempat di Merica Food Center Millenium ICT Lantai 5, 10 finalis yang lolos ke semifinal nantinya akan terpilih 3 putri yaitu 1 Putri Ulos, 1 Putri Lingkungan Hidup Ulos, 1 Putri Persahabatan Ulos. Kedepan ketujuh finalis lainnya akan diikutsertakan di setiap kegiatan Putri Ulos.
Sebagai juri dalam kegiatan ini, Chey Cindy Meilala yang berprofesi sebagai Enterpreneur Kecantikan Beauty Square, Founder Chey Beauty Square, Body dan Skin Treatment, Facilitator John Robert Power, Internasional School Untuk Personality Development, Founder Chesta Pralapa Institute, Human Resource Abd Bussiness Development, Duta Pariwisata Sumut untuk Malasya 2009, Putri Medan Metropolitan 2008, Juri dan Trainer Putri Indonesia Sumut 2017.
Juri ke 2, Erni sebagai Dosen Tata Busana Universitas Medan. Sedangkan Juri ke 3 Dedy Ardiansyah Siregar sebagai sutradara yang juga telah 2 kali mengantongi Rekor Muri untuk kategori sutradara.

Daniel Kaban juga mengatakan, setelah melalui beberapa tahap seleksi. Para model yang yang tidak lulus seleksi diantaranya dikarenakan usianya yang belum sesuai dan sebagian lagi tidak menguasai tentang Budaya Batak khususnya tentang Ulos. Dia merasa prihatin dan berharap Putri Ulos terpilih kali ini akan menjadi duta budaya yang akan bersuara dan bertindak untuk melestarikan kebudayaan batak khususnya ulos ini. (*)
