Upacara Sipaha Sada adalah salah satu perayaan besar dalam Ugamo Parmalim yang disebut juga sebagai Tahun Baru Batak. Sebutan Sipaha Sada sesuai dengan kalender Batak atau Parhalaan. Kali ini, Sipaha Sada jatuh tepat pada tanggal 15 Maret 2021.

Tujuan dilaksanakannya upacara ini adalah sebagai ucapan syukur atas kelahiran Tuhan Simarimbulu Bosi ke tengah-tengah Umat Parmalim untuk menebus segala dosa dan kesalahan sehingga mereka disucikan, dan pada saatnya nanti akan memperoleh kehidupan yang kekal (ngolu partondion) di tempat yang mahasuci (habangsa panjadian) di banua ginjang (benua atas).

Penentuan tanggal peringatan Sipaha Sada ini tidak menetap setiap awal tahunnya, karena ditentukan oleh tanda dari pergerakan bulan yang hanya ditentukan oleh Ihutan atau pimpinan Agam tersebut.

Selain itu juga dalam setiap pelaksanaannya, dihadirkan daupa, air pangurason, hio putih dan Ulos Jugia na so pipot dan berbagai kelengkapan lainnya. Juga akan ada ritual persembahan berupa pelean (sesajian) berupa kambing putih, ayam putih dan berbagai sajian khusus lainnya sebagai kurban untuk menyambut hari kelahiranNya.

Namun dalam pelaksanaan praktek mamele dan martonggo di atas, belumlah sempurna tanpa kehadiran parhinaloan atau Gondang Hasapi. Seluruh rangkaian permohonan akan disampaikan melalui tonggotonggo atau lantunan doa-doa.

Dan pelean baru memperoleh kesempurnaan apabila gondang hasapi dipakai untuk mansahaphon atau mengesahkan dan mengantarkan permohonan doa-doa tersebut. Yang paling menarik adalah disajikannya

gondang khusus untuk memperingati hari kelahiran Tuhan Simarimbulubosi

yang disebut dengan gondang pangharoanan (gendang menyambut kelahiran) dalam upacara Sipaha Sada ini.

Biasanya dalam melaksanakan upacara Sipaha Sada, akan ada sekitar 12 macam gondang khusus ntuk memperingati

hari kelahiran Simarimbulubosi.

Ke 12 nama gendang

yang dimaksud adalah :

1. Gondang untuk ibu yang melahirkan Simarimbulubosi

2. Gondang Hatutubu (gendang saat kelahiran)

3. Gondang Pangharoanan (gendang menyambut kelahirannya)

4. Gondang Didangdidangna (gendang membuai-buainya)

5. Gondang Haposoonna (gendang waktu mudanya)

6. Gondang Ulaonna (gendang “kenabiannya”)

7. Gondang Habengeton (gendang ketabahan)

8. Gondang Panghonghopanna (gendang pembelaannya)

9. Gondang Hasiakbagionna (gendang penderitannya)

10. Gondang Hamonanganna (gendang kemenangannya)

11. Gondang Parolopolopanna (gendang merayakan

kegembirannya)

12. Gondang Hasahatan (gendang tempat yang dituju, penerima dan

perantara)

Itu dia tentang perayaan Tahun Baru Batak, berbagai info di atas dilansir dari berbagai sumber. Kami segenap redaksi Tobaria mengucapkan Selamat Tahun Baru Batak, bagi seluruh Suku Batak khususnya Umat Parmalim yang merayakannya. Horas! *Jmh