Tobaria,- Kegiatan Travel Fair, Table Top dan Fam Trip desa wisata yang diselenggarakan Pemerintah Simalungun mulai Senin 26 Juni hingga Rabu 28 Juni 2023 mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Sejumlah pelaku pariwisata pun ikut berpartisipasi pada acara ini.
Para pelaku wisata yang berpartisipasi antara lain, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan pelaku pariwisata lainnya.
Acara ini diresmikan dengan pemukulan gondrang oleh Bupati simalungun bersama Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Zumry Sulthony, Kadis Budparekraf Simalungun M. Fikri Fanni Damanik, ketua PHRI Robert Pardede dan undangan lainnya.
Mengawali sambutannya, Bupati Simalungun mengucapkan selamat atas pelaksanaan Simalungun Travel Fair, Table Top dan Fam Trip.
“Ini pertama kalinya pelaku usaha pariwisata di Simalungun berkumpul dan bertemu langsung dengan para Travel Agent dan Travel Operator Se Sumatera Utara,” ucap bupati melansir waspada.id.
Dijelaskan, Kab. Simalungun merupakan salah satu kawasan strategis Pariwisata Nasional, memiliki 161 objek wisata, 60 usaha perhotelan dan 20 desa wisata yang perlu dipromosikan secara khusus agar minat wisatawan semakin meningkat.
Bupati berharap, melalui sarana ini, pada tahun 2023 dan seterusnya objek wisata dan desa wisata yang ada di Kab. Simalungun dapat lebih dikenal lagi melalui promosi dan penjualan paket wisata yang dilakukan oleh Travel Agent Tour Operator.
Di Kesempatan yang sama, Maruli Damanik, owner Lovely Holidays mewakili seluruh pelaku pariwisata yang hadir kegiatan travel fair mengatakan, sepanjang ia berkecimpung di dunia pariwisata, ini kali pertama dapat undangan dari Pemerintah Simalungun untuk mengikuti kegiatan travel fair dan fam trip.
“Saya kaget saat dapat undangan, saya pikir belum pernah ada kegiatan seperti ini diadakan Pemerintah Simalungun sebelumnya. Saya rela meninggalkan kegiatan lain demi mengikuti kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para pelaku pariwisata Pak,” jelas Maruli Damanik di hadapan seluruh peserta yang hadir di Travel Fair di Danau Toba Cottage (26/06).
Lebih Lanjut, Maruli mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukti terobosan nyata Pemerintah Simalungun untuk pariwisata khususnya dan untuk kemajuan ekonomi secara umum. Untuk itu, Kegiatan seperti ini layak ditingkatkan. Ia juga berharap masukan-masukan yang disampaikan oleh para pelaku pariwisata dapat segera ditindaklanjuti.

Berbenah, mengejar ketertinggalan
Melihat potensi pariwisata Simalungun yang begitu luar biasa. Maruli juga mengungkapkan, terdapat banyak potensi pariwisata Simalungun yang belum terekspos.
“Belum benar-benar dijadikan paket wisata. Untuk itu, melalui kegiatan travel fair, akan ada langkah lanjutan yang dilakukan oleh seluruh stakeholder untuk serius menindaklanjuti hal tersebut” Ujar Maruli.
Menurut Maruli, Simalungun harus mengejar ketertinggalan pariwisatanya, di saat kabupaten-kabupaten lainnya seperti Samosir, Toba, Karo, Dairi, Humbang Hasundutan semakin berbenah, dan bahkan sangat maju dalam hal pariwisata.
“Saya putra Simalungun Pak! Tapi saya dipakai oleh orang Samosir untuk mengembangkan pariwisata Samosir. Bu Tetty (Dinas Pariwisata Samosir) sering telepon saya untuk minta masukan dan libatkan saya. Jadi, saya sangat mau mendukung pariwisata Simalungun karena saya putra daerah,” tegas Maruli menyinggung perlunya Pemerintah Simalungun terkhusus Bupati untuk mendengar masukan dari pelaku pariwisata.
Hanya Tempat Transit
Owner Wesly Travel, Mercy Panggabean, di kesempatan berbeda menyatakan tidak menguasai objek wisata di Simalungun. Selama ini, tamu-tamunya sering dibawa ke Samosir. Simalungun hanya transit, perlintasan menuju Samosir dan Toba.
“Setelah tamu-tamu menikmati liburan ke Samosir yang masuk melalui pintu masuk Parapat, Simalungun. Pulangnya, tamu-tamu akan jalan menuju Tele lalu ke Berastagi lalu kembali ke Medan. Simalungun belum menjadi tempat yang sering dijadikan penginapan untuk tamu-tamunya” Ujar Mercy.
Selain tidak sering diminta oleh tamu, ia pun tidak tahu objek wisata atau desa wisata mana yang menurutnya layak untuk dipromosikan ke tamu.
Dengan adanya ajakan dari Dinas Pariwisata Simalungun menurutnya jadi kesempatan bagus baginya mengeksplorasi serta memberikan masukan ke pemerintah maupun pengelola objek wisata untuk membenahi pariwisata Simalungun.
Mercy juga berharap dengan kegiatan ini ia dapat mendalami potensi Simalungun sekalipun ia mengakui sangat sibuk, bahkan hampir tidak bisa meninggalkan segala urusan rencana perjalanan tamu-tamu.
Melansir ninna.id, Selain Maruli dan Mercy, dari sisi seller pariwisata Simalungun, juga mengapresiasi kegiatan travel fair. Sesi diskusi yang dikhususkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Simalungun Muhammad Fikri Damanik dan Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga, jadi kesempatan untuk menyampaikan segala masukan kepada pembuat kebijakan.
Dalam diskusi ini, masukan terbanyak menyoroti akses dan infrastruktur Simalungun yang dinilai menghambat potensi pariwisata Simalungun. Untuk itu, Bupati menyatakan akan serius menindaklanjutinya.Selama menjabat sebagai Bupati, ia menyatakan telah lakukan banyak hal untuk akses jalan di Simalungun sebab sejak dulu sudah menjadi rahasia umum jalan di Kabupaten Simalungun sangat hancur. (*)
