Sesekali terdengar suara bersahut-sahutan dari areal persawahan, suara-suara para pamuro bersahut-sahutan menghalau burung diselang-selingi oleh suara nyaring dari gesekan-gesekan kaleng yang sengaja ditarik-tarik oleh para pamuro.

Panen adalah moment yang paling dinanti-nantikan oleh para petani. Selain proses tumbuh kembang tanamannya, proses berbuah adalah masa yang paling diperhatikan oleh para petani, karena di masa berbuah inilah paling banyak hal yang harus dijaga. Salah satunya adalah mencegah keberadaan cikal bakal buah yang akan dipanen dari serangan hama.

Antisipasi kegagalan panen, salah satunya petani harus memahami masing-masing hama yang menyerang tanaman padi sekaligus langkah pengendaliannya. Menjelang panen, hama tikus dan hama burung adalah hama yang paling mencemaskan para petani.

Nuansa warna kekuningan dipersawahan tampak diramaikan berbagai aksesoris yang terbuat dari bahan-bahan alakadarnya. Orang-orangan sawah sebagai biarbiar ni eme, dibuat semirip mungkin dengan rupa petaninya. Tujuan dibuatnya biarbiar ni eme ini adalah untuk menakut-nakuti kawanan burung-burung pemburu bulir-bulir padi.

Berbagai media lain yang termasuk dalam kategori mamuro adalah dengan membuat orang-orangan sawah, jika di Indonesia. Orang-orangan sawah dibuat menyerupai petani yang sedang berdiri menunggui tanaman padinya dengan memakai pelindung kepala atau topi khas dengan baju panjang tangan dan celana panjang, maka di Negara-negara agraris lain-lain pula penampilan dari orang-orangan sawahnya dan pastinya masing-masing mempunyai nama yang unik.

Beberapa sebutan bagi orang-orangan sawah, Memedi Manuk (Jawa), Beubegig (Sunda), Kakashi (Jepang), Nuffara (Malta), Epouvantail (Francis), Spaventapasseri (Italia) dan lain sebagainya.

Untuk menakut-nakuti kawanan burung yang dianggap hama oleh para petani ini, tidak cukup hanya dengan membuat orang-orangan sawah saja. Namun ada juga seni menghalau burung versi petani di Kawasan Danau Toba yaitu mamuro.

Mamuro ini digabungkan antara suara-suara menghalau burung-burung oleh petani dengan memasang tali-temali yang digantungkan beberapa kaleng kosong. Kemudian untaian tali ini dipacakkan dari ujung ke ujung lahan lalu ditarik-tarik untuk menghasilkan suara berisik, yang diharapkan burung-burung ini akan takut untuk hinggap.

Terlihat ketika padi sudah mulai berisi dan terlihat menunduk, para petani akan bergegas membuat berbagai cara penanggulangan yang efektif seperti mengisolasi lahan dengan membuat pagar bambu atau plastik hingga jaring nilon agar tikus tidak memasuki areal persawahannya dan burung tidak memakan bulir-bulir padi.

Para petani memasang biarbiar ni eme saat menjelang panen, dengan tujuan untuk menakut-nakuti burung-burung/ist

Salah satu aktivitas menjelang panen di Kawasan Danau Toba yaitu, “Mamuro.” Mamuro adalah salah satu kegiatan mengusir hama burung. Para petani yang mengusir hama burung ini disebut, “Pamuro. “ Pamuro ini adalah pasukan perang yang tidak boleh lengah sedikitpun, lawan pamuro bukanlah sesama manusia, tetapi ribuan hama burung yang tidak diketahui asal-usul kedatangannya darimana.

Jika para Pamuro sampai lengah, maka sekejap mata bulir-bulir padi yang sedianya akan segera dipanen akan menghilang berpindah tempat. Jadi tinggal memilih, jika Pamuro terjaga maka hasil panen padi menjadi milik petani. Jika Pamuro lengah maka hasil panen padi akan menjadi milik hama burung tersebut.

Burung-burung berukuran kecil sejenis burung pipit atau masyarakat Kawasan Danau Toba menyebutnya Pidong Apporik. Jika melihat Pidong Apporik ini seekor saja, burung mungil ini cukup menarik namun jika kemunculannya ribuan ekor ini tentu akan menjadi mimpi buruk bagi para petani.

Aktivitas para pamuro turun ke sawah berlangsung setiap pagi sekitar pukul 07.00 Wib dan kembali pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 17.30 Wib, sepanjang hari mereka akan berjaga demi mempertahankan padinya yang tinggal menunggu beberapa waktu untuk dipanen. Hal ini biasanya akan berlangsung kurang lebih selama 1 bulan atau padi siap panen.

Undungundung, tempat para pamuro berteduh dari terik matahari/ist

Kegiatan mamuro sudah menjadi tradisi turun-temurun di Tanah Batak. Dan mamuro tidak hanya menjadi tradisi Suku Batak saja, namun tradisi ini sudah mendunia khususnya bagi negara-negara agraris atau negara-negara yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. *jmh