Tobaria – Sebanyak 60 pelaku bidang pariwisata di Samosir ikuti sertifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata. Kegiatan tersebut  dilaksanakan di Tabo Cottages, Kelurahan Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Selasa (8/11).

Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf pada kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) sebagai salah satu upaya percepatan pemulihan dan peningkatan produktivitas sektor parekraf melalui upskilling (peningkatan kompetensi), reskilling (penguatan kompetensi), dan new skilling (penambahan kompetensi baru).

Sebagai pelaksana uji kompetensi pada kegiatan ini, Kemenparekraf menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Hotel dan Pariwisata (LSP HOTPARI) Medan dengan menghadirkan 5 orang Asessor (tenaga penguji) setiap bidangnya. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari meliputi uji kompetensi bidang Food and Beverage Service, dan uji kompetensi bidang Food Production.

Sebanyak 60 pelaku bidang pariwisata di Samosir ikuti sertifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata  Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho menyampaikan bahwa sektor parekraf berpotensi untuk menyerap banyak tenaga kerja dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat diperlukan untuk memfasilitasi tenaga kerja pariwisata untuk mendapatkan sertifikat kompetensi melalui suatu uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terakreditasi, untuk menjamin keberlanjutan pasokan tenaga kerja terampil bagi sektor pariwisata. 

“Selain itu, uji kompetensi ini akan mempercepat pengakuan industri pariwisata terhadap tenaga kerja pariwisata bersertifikat khususnya di kawasan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas,” ungkap Tetti.

Lebih lanjut Tetti menekankan pentingnya kompetensi ini terhadap daya saing dunia pariwisata dalam kompetisi dan persaingan sumber daya pariwisata.

“Saya berharap kepada seluruh peserta pada akhirnya bisa menjadi pelaku wisata yang profesional dan kompeten di bidangnya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan Kabupaten Samosir dari sektor pariwisata,” pungkasnya. (*)