Tobaria- Terites atau yang sering juga disebut pagit-pagit adalah makanan khas karo yang sering diberi label makanan ekstrim. Kenapa sampai diberi label demikian? Ya karena bahan dasarnya yang tidak biasa. Terites memiliki bahan dasar tumbuh-tumbuhan yang ada di usus besar sapi atau kerbau.
Kalian ga salah baca kok. Bahan dasarnya tidak bisa didapat dengan mudah, perlu menyembelih seekor sapi atau kerbau untuk mendapatkan bahan dasarnya. Tenang saja, tumbuh-tumbuhan tersebut masih segar kok. Karena sapi atau kerbau tidak langsung mencernanya. Jadi tumbuh-tumbuhan ini masih segar dan layak dikonsumsi.
Terites tergolong makanan langka. Hanya dapat ditemui di acara besar saja, seoperti pesta panen, upacara adat, hari besar keagamaan, dan acara besar lainnya. Selain tidak mudah menadapatkan bahan dasarnya, juga tidak mudah memasak terites ini. Biasanya, terites dimasak seacara gotong royong oleh warga di Tanah Karo.
Wajib banget kamu tahu, bahwa bukan tumbuh-tumbuhan yang ada di usus besar sapi itu yang diolah. Melainkan air perasannya, yang didapat dari menyating tumbuh-tumbuhan tersebut dengan kain tipis. Kemudian hasil perasannya akan direbus sekitar 3 jam sampai menghasilkan kaldu yang gurih.
Terites ini masih diolah dengan cara tradisional dengan menggunakan kayu bakar. sehingga proses pembuatannya memakan waktu yang cukup lama. Terites ini juga dapat dicampurkan dengan daging sapi, tulang kerbau, daging kambing, dan juga kikil. Sehingga akan menambah kelezatan dari makanan ini. Selain rasanya yang lezat terites ini dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati sakit perut. Jadi gimana, tertarik berkunjung ke tanah Karo dan mencicipi Terites? (*)
