Batu Marompa salah satu destinasi wisata unik, berupa batu berukuran besar yang saling menggendong. Diperkirakan Batu Marompa mulai ngetop pada pertengahan tahun 2020 an, dimana banyak pengunjung rela berjalan jauh demi mendapatkan dokumentasi foto yang instagramable. Dan benar saja, tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Batu unik ini berada di Desa Tamba Dolok Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir. Menuju ke lokasi, kita harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Estimasi waktu menuju Batu Marompa sekitar 60 menit dari perkebunan masyarakat. Agar perjalanan santai dan Sobat Tobaria leluasa memanfaatkan waktu di lokasi, sebaiknya membawa bekal cemilan dan minuman secukupnya.

Rasa lelah pasti akan terbayarkan sesampainya di lokasi Batu Marompa, karena kita tidak hanya disuguhi keunikan bebatuan namun juga view Desa Tamba dan sekitarnya juga hamparan Danau Toba yang sangat indah. Dan kepada pengunjung, wajib berhati-hati saat mengambil posisi berfoto di atas foto yah.

Keindahan panorama alam di lokasi Batu Marompa/instagram @enduspurba

Mengapa batu ini disebut Batu Marompa ? Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, pengertian marompa yaitu menggendong. Ada sepenggal kisah dibalik terjadinya Batu Marompa ini. Tentang kebenarannya tidak ada yang bisa menjamin, namun pesan dari cerita ini mengingatkan kita. Bahwa hubungan asmara saudara sekandung itu tidak dibenarkan.

Cerita ini telah melegenda turun-temurun, mengisahkan tentang hubungan asmara tak seorang abang dengan adik perempuannya semenjak kecil hingga remaja. Kedekatan keduanya dirasakan keluarga sebagai hubungan tidak biasa. Maka keluarga keduanya berinisiatif untuk memisahkan keduanya.

Sekalipun sudah tidak tinggal bersama lagi, keduanya sering mencuri-curi waktu untuk bertemu. Hingga suatu waktu keduanya benar-benar bertemu saat mencari kayu bakar bersama warga desa tempatnya tinggal. Pasangan abang adik ini  lalu memisahkan diri dari rombongan pencari kayu bakar lainnya, dan pergi ke suatu tempat dan tak kunjung pulang. Oleh keluarga dilakukan pencarian namun keduanya tidak kunjung diketemukan. Tetapi di lokasi yang tidak jauh dari hilangnya keduanya ditemukan 2 batu bertindih atau tampak saling menggendong. Dan batu berukuran besar ini, kemudian diyakini sebagai jelmaan kedua kakak beradik tersebut.

Itulah sepenggal kisah tentang terjadinya Batu Marompa, perbuatan yang tidak patut ditiru namun ada pesan yang tersampaikan. Bahwa hubungan asmara saudara sekandung itu tidaklah dibenarkan. Dan bagi para remaja yang sedang dilanda asmara, tetap jaga sikap yah saat mengunjungi suatu tempat. Niscaya kita akan mendapatkan kesan yang baik disetiap perjalanan kita. (*)