Dalam rangka memperingati Hari Bumi, sekumpulan pemuda yang berasal dari beberapa komunitas kayak melakukan aksi menyisir Danau Toba. Dan beberapa agenda kegiatan lainnya, seperti sosialisasi tentang perawatan alam bersama masyarakat di tempat yang disinggahi, pemutaran film tentang lingkungan dan penanaman pohon.

Sebagaimana diketahui, Hari Bumi diperingati secara serentak di tanggal 22 April setiap tahunnya. Saat ini Hari Bumi diperingati lebih di 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi.

Hal ini bertujuan untuk mendukung perlindungan lingkungan. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi, terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.

Hari Bumi dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970, yang berprofesi sebagai pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan juga dengan musim semi di Northern Hemisphere atau di Belahan Bumi Utara dan musim gugur di Belahan Bumi Selatan.

Demikian juga di Kawasan Danau Toba, peringatan Hari Bumi ini disambut antusias melalui kegiatan eksplorasi Toba yang diinisiasi Lentera Pertiwi Sumatera. Dengan melibatkan peran serta beberapa komunitas kayak yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Ketua panitia kegiatan Eksplorasi Toba Yudha Pohan mengatakan, “Dari berbagai potensi alam di Kawasan Danau Toba, salah satunya adalah potensi wisata geologi. Potensi-potensi ini wajib kita jaga semaksimal mungkin. Hal ini tentunya menjadi tanggungjawab bersama, masyarakat dan juga stakeholder setempat. Kalau bukan kita yang memelihara bumi kita, siapa lagi yang mau kita harapkan ?” ucapnya.

Para kayakers mengawali kegiatan dari Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata – Kabupaten Toba pada tanggal 18 April 2021 lalu . Sebanyak delapan orang kayaker memulai eksplorasi pesisir Danau Toba, denggan menggunakan kayak. Selama dalam perjalanan, para kayakers ini menyinggahi beberapa tempat sesuai jadwal perjalanan yang ditentukan hingga tiba di Bakkara Kecamatan Bakti Raja – Kecamatan Humbang Hasundutan pada tanggal 22 April 2021.

Para kayakers beristirahat di tepian danau dan menikmati keindahan alam sekitarnya/tim kayak

Di beberapa tempat yang dilintasi, para kayakers menemukan beberapa tumpukan bebatuan dengan berbagai formasi. Yang diyakini salah seorang kayaker sebagai bebatuan – bebatuan unik yang terjadi dari proses perubahan dunia dari waktu ke waktu terkait geologi.

Parmilinta Hutagalung mengatakan, “Kami sangat bersemangat melakukan eksplorasi Toba ini. Banyak pengalaman sepanjang penyisiran Danau Toba dari mulai Sigapiton hingga tiba di Bakkara. Kami disuguhi berbagai  pengalaman luar biasa, pemandangan yang indah dan salah satunya bebatuan-bebatuan unik yang hampir sama dengan berbagai bebatuan hasil penelitian geologi di berbagai tempat di belahan dunia ini,” ucap mahasiswa Tehnik Pertambangan Institut Teknologi Medan ini.

Di hari terakhir kegiatan diadakan pemutaran film bertemakan penjagaan lingkungan hidup dan aksi  penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap kebaikan bumi kedepannya. (*)