Tobaria – Sumatera Utara selaku basis terbesar dari suku Batak. Memiliki suku dan budaya yang sangat khas dengan ciri suku Batak yang sangat kental.

Selain itu daerah di Sumatera Utara yang di dominasi oleh suku Batak seperti Medan, Samosir, Sintar, Deli Serdang dan lainnya banyak menyuguhkan wisata yang sangat indah dan kulinernya yang sangat khas sehingga banyak orang yang akhirnya berwisata di daerah tersebut.

Mengenal Lebih Jauh dengan Kuliner Rondang

Salah satu jenis kuliner yang sangat khas daerah suku Batak ialah rondang. Rondang merupakan sebuah makanan yang bentuknya menyerupai popcorn, sehingga banyak orang yang menyebut rondang sebagai popcorn khas daerah Batak yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk setiap wisatawan yang berkunjung ke daerah Sumatera Utara.

Sama halnya dengan popcorn, rondang juga terbuat dari bahan dasar jagung yang di panaskan kemudian jagung tersebut mengembang dan renyah untuk di makan. Perbedaan antara popcorn dan rondang hanya terletak dari bahan dasar jagung dan pengolahan antara kedua makanan tersebut.

Anda akan sangat mudah untuk menjumpai makanan khas suku batak yang satu ini karena telah banyak penjual rondang yang menjajakan kuliner lezat tersebut. Rondang bisa Anda dapatkan di daerah seperti Sintang dan juga daerah lainnya yang banyak di dominasi oleh suku Batak.

Jika dulunya orang hanya bisa menikmati rondang dikala hari-hari besar atau perayaan tertenu, kini semua orang telah bisa menikmati rondang kapan saja dan dimana saja. Dengan harga yang terjangkau membuat camilan ini dikenal sebagai kuliner yang sangat merakyat untuk di nikmati oleh setiap orang.

Cara Membuat Rondang Kuliner Khas Batak

Untuk membuat rondang tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu sulit, bagi Anda yang tidak sempat berkunjung ke daerah Sumatera Utara untuk menyicipi rondang. Anda bisa membuat rondang ciptaan Anda sendiri melalui langkag-langkan pembuatan rondang yang akan kami jelaskan berikut ini.

  1. Cara yang pertama harus Anda lakukan ialah dengan menjemur jagung yang telah di sediakan sebelumnya. Jemurlah jagung tersebut hingga benar-benar kering dan memiliki tekstur keras seperti batu.
  2. Setelah jagung mengering maka selanjutnya ialah dengan dimasukan ke wadah khusus yang berbentuk sebuah bola. Wadah tersebut merupakan sebuah wadah khusus yang terbuat dari bahan besi.
  3. Bola yang terbuat dari bahan besi tersebut memiliki lubang kecil yang berguna untuk memasukan biji jagung yang nantinya akan berubah menjadi rondang yang sangat lezat.
  4. Setelah biji jagung di masukan ke dalam bola besi tersebut, kemudian biji jagung di panaskan dengan api atau kompor yang diletakan di bawah atau kemudian tunggulah sebentar hingga jagung meletup-letup sebagai tanda rondang absegara siap untu dimakan.
  5. Agar rondang yang akan dibuat matang secara merata, maka pada saat pembuatan rondang, sebaiknya bola yang berisikan biji jagung tersebut di putar-putar pada saat proses pembuatan rondang supaya matang dengan sempurna.
  6. Untuk membuat rondang tidak memerlukan waktu yang lama karena rondang dibuat hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit saja, jadi jika Anda ingin membuat rondang sendiri pastikan waktu pembuatan rondang tidak terlalu lama.
  7. Pada saat pembuatan rondang membutuhkan api yang besar agar pada saat rondang telah mengembang akan meletup ke atas seperti menarik pelatup peluru yang terlempar ke atas.
  8. Setelah melewati semua proses tersebut, kemudian rondang yang sudah jadi di pindahkan ke dalam kuali untuk di berikan gula dan di berikan warna sesuka hati agar tampilan rondang lebih menarik.
  9. Setelah itu rondang siang untuk dimainkan. Untuk para produsen rondang maka pada tahap ini adalah tahap pembukusan kemasan yang akan di edarkan ke penjuru negeri untuk mempromosikan kuliner khas suku Batak yang satu ini.

Ternyata membutuhkan waktu yang cukup panjang dengan banyak proses yang di lalukakan pada saat pembuatan rondang khas suku Batak yang satu ini. Rondang sudah cukup popular. Sehingga telah di kenal oleh banyak orang sebagai kuliner khas yang wajib untuk di coba pada saat melakukan kunjungan ke daerah Sumatera Utara. (*)