Pulau Sibandang merupakan salah satu pulau di Kawasan Danau Toba, berada di Kecamatan Muara – Kabupaten Tapanuli Utara. Pulau ini merupakan pulau terbesar kedua setelah Pulau Samosir. Juga merupakan salah satu geosite dari 16 geosite Geopark Caldera Toba di Kawasan Danau Toba.

Pulau Sibandang memiliki luas sekitar 711,8 Ha dengan jumlah penduduk 2.054 jiwa. Terdapat tiga desa di Pulau Sibandang, yaitu Desa Sibandang, Desa Papande dan Desa Sampuran. Menuju Pulau Sibandang, kita harus melintasi Danau Toba yaitu melalui Dermaga Muara Putih. Dengan menaiki kapal feri dengan kapasitas kendaraan roda 4 sebanyak 2 unit, beberapa unit kendaraan roda empat dan penumpang. Jadwal keberangkatan kapal feri ini dari pukul 07.00 Wib hingga pukul 20.00 Wib.

Selain menawarkan keindahan alam dan pesona Danau Toba, terdapat beberapa situs budaya peninggalan leluhur desa setempat. Mayoritas penduduk Pulau Sibandang berprofesi sebagai petani, pekebun dan nelayan. Dan Pulau Sibandangpun menawarkan berbagai hasil tani sebagai bukti kesuburan tanah di sana.

Pulau Sibandang benar-benar surganya budidaya pertanian. Tempat ini sangat cocok jika diterapkan pengembangan agrowisata. Pulau ini dikenal juga dengan sebutan Pulau Mangga. Selain mangga, hasil tani lainnya adalah kemiri, coklat, kopi, tanaman penghasil kayu seperti ingul dan lain sebagainya.

Tanaman bawang merah tumbuh subur, berdampingan dengan berbagai jenis tanaman lainnya/Jmh

Terlihat di kiri kanan jalan lingkar Sibandang lahan-lahan pertanian, yang ditanami berbagai macam tanaman-tanaman. Yang paling menyolok adalah pokok – pokok mangga yang perkiraan usianya sudah ratusan tahun dan masih produktif berbuah.

Salah seorang pekebun di Pulau Sibandang Vera Simanjuntak mengatakan, “Tanah di Pulo Sibandang ini cukup subur dan penghidupan kami murni dari menjual hasil pertanian saja. Di lahan yang kami kelola tidak semua ditanami tanaman keras, ada juga tanaman muda yang bisa kami panen di usia 3 bulan dan 6 bulan. Seperti jagung, sayur – mayur, kacang tanah dan lain sebagainya,” ucapnya.

Kearifan lain yang sangat terkenal dari Pulau Sibandang, adalah wastra atau kain tradisional ulos dari Desa Papande. Keunikan wastra ini adalah, pewarnaannya masih menggunakan pewarnaan alami yaitu dari tanaman-tanaman lokal di desa setempat. Hal ini tentu menjadi ciri khas yang sudah langka saat ini. Dimana pembuatan ulos sudah rata-rata memakai cat tekstil sebagai pewarnaan.

Sebagai pendukung berbagai aktivitas masyarakat setempat, terdapat jalan lingkar yang terbuat dari rabat beton. Hal ini tentunya sangat membantu akses pengangkutan hasil pertanian masyarakat dan berbagai aktivitas lainnya. Nah, penasarankan ingin melihat langsung keindahan dan kekayaan hasil tani di Pulau Sibandang ? Sobat yang sekiranya akan berkunjung ke Provinsi Sumatra Utara. Cocok nih menjadikan Pulau Sibandang, sebagai salah satu referensi kunjungan wisata berikutnya. (*)