Lebah madu dikenal sebagai hewan yang membawa banyak manfaat, terutama untuk kesehatan manusia. Madu yang dihasilkan oleh lebah ini, terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengobati berbagai macam penyakit.
Lebah merupakan serangga penghasil madu dari genus apis. Selain madu, lebah juga menghasilkan serbuk sari berupa polen, royal jelly, propolis, lilin lebah dan racun lebah. Jenis-jenis lebah madu cukup banyak, namun hanya beberapa di antaranya yang dapat dibudidayakan.
Hingga saat ini setidaknya terdapat 4 jenis lebah madu yang madunya bisa diperdagangkan, baik yang dipanen dari hutan maupun yang dibudidayakan oleh masyarakat.
Madu memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dari berbagai produk-produk yang dihasilkan dari lebah madu. Kegiatan budidaya ini umumnya dilakukan oleh masyarakat di pelosok pedesaan, terutama berdampingan dengan usaha tani masyarakat.
Pada saat ini, ternyata kegiatan budidaya lebah madu semakin meningkat, hal ini sejalan dengan makin meningkatnya semangat hidup sehat setiap orang salah satunya dengan mengkonsumsi madu.

Tobaria kali ini membahas mengenai peluang usaha ternak lebah madu berdasarkan hasil sharing dari peternak yang telah sukses membudidayakan lebah madu.
Tomuraja Tamba adalah seorang peternak lebah madu asal Kabupaten Samosir. Dia sudah menekuni usaha ini sejak 6 bulan yang lalu dan sudah panen sebanyak 3 kali.
Saat ini terdapat 50 stup yang tersebar di hutan seluas 1.000 meter milik keluarga Tomuraja Tamba. Jenis lebah madu yang dipelihara oleh Tomuraja adalah jenis lebah madu trigona dan jenis lebah madu apis cerana, 30 stup adalah tempat lebah madu jenis trigona dan 20 stup adalah tempat lebah madu jenis apis cerana.
Menurut Tomuraja, budidaya lebah madu yang sukses bermula dari pemilihan bibit lebah madu yang unggul dan berkualitas. Dia mendapatkan bibit lebah madu jenis trigona dari sesama peternak lebah madu, sedangkan bibit lebah jenis apis cerana dicari dari hutan sekitar Dusun Lumban Pokki-Desa sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta-Kabupaten Samosir.
Jumlah madu yang dipanen saat ini masih terbatas dan belum sanggup untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Samosir. Untuk harga madu yang dihasilkan lebah madu jenis spesies trigona Rp.500.000,-/kg dan madu dari spesies apis cerana Rp.240.000,-/kg.

Tomuraja Tamba mengatakan, “Hingga saat ini, kami belum bisa memenuhi kebutuhan pelanggan madu di Kabupaten Samosir. Yang kita harapkan, setelah kita adakan peternakan lebah berbasis pelestarian alam ini, akan muncul teman-teman lainnya yang mau beternak lebah madu. Sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan madu lokal dan bukan tidak mungkin kita bisa ekspor madu ke luar daerah Kabupaten Samosir,” ucapnya.
Konsep beternak lebah yang dikelola Tomuraja, sejalan dengan upaya pelestarian alam. Bibit lebah yang sudah dipindahkan ke dalam stup atau kotak kayu disebar di berbagai titik dilokasi hutan miliknya. Tidak ada anggaran khusus untuk pakan ternak lebah madunya, karena lebah bisa mencari makanannya sendiri dari hutan rindang tersebut.
Dalam aktifitas sehari-harinya mengurusi peternakan lebahnya, dia menggunakan pakaian pelindung dilengkapi tudung kepala, masker, sarung tangan tebal dan sepatu bot. Juga dibantu anggota keluarganya.
Apakah Anda tertarik untuk mulai membudidayakan salah satu jenis lebah madu di rumah ? Selamat mencoba dan semoga berhasil ya. (*)
