Permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang tersebar di banyak daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki beraneka ragam permainan tradisional, bahkan banyak yang hampir jenis permainan yang sama dan perbedaan sebutannya saja.
Permainan tradisional ini, biasanya dimainkan oleh anak-anak. Bahkan jenis-jenis permainan tradisional tertentu juga dimainkan oleh orang dewasa. Namun seiring perkembangan zaman, banyak permainan tradisional yang mulai terlupakan.
Kali ini kita akan mengulas salah satu permainan tradisional yang berasal dari Kawasan Danau Toba (KDT), yaitu margala pastap atau beberapa daerah lain di KDT menyebut permainan ini dengan marcabor.
Bagi Suku Batak, permainan ini juga dikategorikan sebagai salah satu jenis olahraga tradisonal. Hingga kini, permainan ini masih dilestarikan keberadaannya.
Konon, permainan ini sudah ada sejak zaman dulu dan disebutkan sebagai permainan tradisional para keturunan raja.
Bahkan, margala pastap ini merupakan salah satu permainan yang dianggap hiburan resmi para keluarga raja terdahulu.
Permainan dimainkan pada saat rondang bulan atau bulan purnama. Ketika rondang bulan inilah seluruh rakyat berkumpul di halaman rumah sang raja. Sambil bermain margala pastap diiringi suara musik tradisional sebagai hiburan.

Dahulu permainan tradisional ini sangat dinantikan. Khususnya bagi para remaja, permainan ini mereka manfaatkan sebagai kesempatan mencari jodoh.
Namun saat ini, metode mencari jodoh melalui permainan tradisional margala pastap ini sudah tidak kita temukan lagi.
Margala pastap membutuhkan pemain yang gesit dan teliti. Penjaga garis tidak boleh lengah, jika garisnya terlewati oleh lawan atau lawan tersentuh oleh penjaga garis, maka salah satu tim gugur.
Setiap pemain yang bermain juga harus memiliki kekompakan antar pemainnya. Hal ini dibutuhkan karena saat bermain, antar pemain akan kesulitan untuk berkomunikasi. Karena masing-masing akan sibuk dengan garis yang dijaga atau akan dilewati musuh.
Permainan ini terdiri dari dua kelompok, yang terdiri dari 6 pemain dari setiap kelompok. Setiap kelompok yang menjaga garis, harus membaca arah gerak para lawannya. Layaknya menyusun strategi dan peluang untuk mempertahankan garis kemenangan.
Permainan ini sangat mudah untuk dimainkan dan tidak memerlukan alat yang sulit ditemukan. Para pemain margala pastap hanya perlu menggambar area permainan di tanah.
Bentuknya terdiri dari empat garis horizontal dan satu garis vertikal yang membentuk enam kotak, dan kotak itulah yang menjadi batas arena permainan.
Cara Bermain Margala Pastap

Cara memainkan permainan ini sangatlah seru. Pertama-tama, empat orang lawan berkesempatan untuk menjaga di tiga titik garis horizontal dan dua orang lagi menjaga di garis vertikal. Kemudian yang menjadi pihak lawan akan berusaha memasuki arena yang telah dijaga tersebut.
Lawan akan berusaha masuk dengan menjaga badannya agar tidak tersentuh oleh penjaga garis. Namun bila penjaga garis bisa menyentuh lawan, yang berusaha melewati garis makan kemenangan adalah milik penjaga garis. Demikian juga sebaliknya.
Ternyata masa kecil zaman dulu jauh lebih seru dari permainan zaman sekarang. Dahulu permainan bisa dikaitkan dengan beberapa kebiasaan masyarakat yaitu bekerjasama karena dimainkan oleh beberapa orang. Sedangkan di zaman digital, rata-rata permainan dimainkan sendiri dengan gadget.
Nah, ingin mencoba keseruan permainan tradisional ini ? Anda bisa mengisi waktu libur dengan bermain bersama keluarga besar di sekitar halaman rumah. (*)
