Terpilihnya Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia mengharuskan pemerintah dan masyarakat agar menggalakkan pembangunan melalui atraksi, amenitas dan aksesibilitas demi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba.

Selama masa Pandemi Covid-19, pelaku industri pariwisata telah banyak mengalami keterpurukan perekonomian. Maka di era New Normal pemerintah mengajak seluruh masyakat se-Indonesia untuk menerapkan Kebiasaan Adaptasi Baru. Berbagai kegiatan dan sosialisasi dilakukan untuk menggaungkan kebiasaan ini untuk mengingatkan masyarakat Indonesia. Pentingnya kesehatan dimulai dari diri sendiri hingga kepada orang-orang di sekitar kita.

Hal ini perlu diterapkan kepada wisatawan, para pelaku industri pariwisata termasuk pengusaha  restoran, destinasi wisata, penginapan yang tidak terlepas dari kunjungan para wisatawan. Agar bersama-sama menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru yaitu, rajin mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak dan menjaga kesehatan.

Berawal dari semangat mendukung pembangunan kepariwisataan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba dan untuk mewujudkan destinasi wisata yang bersih, sehat, indah dan aman di era Adaptasi Kebiasaan Baru, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba menggandeng  komunitas Gerakan Toba Bersih mengadakan kegiatan “Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru di Kawasan Danau Toba.”

Kegiatan aksi bersih destinasi wisata selama dua hari di Balige-Kabupaten Toba diadakan pada tanggal 25-26 September 2020. Hari pertama, kegiatan ini diadakan di Balerong Balige dan seputaran pusat Kota Balige. Dan hari kedua dilanjutkan di daerah wisata Pantai Lumban Bulbul.

Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, menyampaikan bahwa “Kami menyambut baik  inisiatif-inisiatif dari seluruh pihak yang memiliki semangat sama untuk mengembangkan kepariwisataan yang berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat di Kawasan Danau Toba.”

Dan upaya ini diharapkan menjadi kolaborasi yang baik antara program pemerintah dengan komunitas lokal demi  pembangunan kepariwisataan di Danau Toba.

Selain kegiatan bersih-bersih destinasi, aksi yang merupakan kegiatan padat karya yang melibatkan pelaku industri pariwisata dan berbagai komunitas di Balige ini juga mengajak pelaku seni sekaligus  menampilkan seni teaterikal sembari mengumpulkan sampah plastik.

Kemudian juga membagikan banner mengenai protokol kesehatan untuk hotel dan restoran di Kota Balige dan sekitarnya. Agar pengunjung dan tuan rumah destinasi wisata selalu mengingat pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat ini dan kedepannya.

Dan rangkuman dari keseluruhan aksi ini adalah penerapan Gerakan Bersih-Indah-Sehat-Aman (BISA), Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Sosialisasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark dan Sosialisasi Bank Sampah Induk (BSI) IAS Toba.

Inisiator Gerakan Toba Bersih, Patrick Lumbanraja mengatakan bahwa, “Gerakan Toba Bersih ini adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan di sekitar Danau Toba, upaya  memerangi masalah sampah, khususnya Sampah Plastik.” Dan menurut Patrick tidak ada lagi alasan untuk menyatakan sudah mengatasi sampah plastik, karena di Balige sudah ada Bank Sampah Induk (IAS Toba).