Munculnya banyak produk kuliner baru dari UMKM, menunjukan bahwa kita sebagai bangsa terus produktif dan inovatif di tengah pandemi global ini. Varian produk tersebut terbilang banyak dan berasal dari beragam daerah dengan membawa keunikan dan potensi masing-masing daerah yang secara kualitas produk tidak perlu diragukan lagi.

Untuk menunjang hal tersebut, diperlukan pengembangan di desain kemasan desain kemasan, diantaranya citra produk dan kemasan. Hal tersebut akan menambahkan nilai jual produk dan membuka kesempatan bagi produk untuk dijual lebih luas lagi, bahkan sampai ke luar negeri.

Terlebih lagi, teknologi digital yang berkembang pesat dapat turut mengakselerasi promosi dan penjualan produk melalui sosial media dan perdagangan elektronik (ecommerce) yang dapat menjadi kunci kesuksesan UMKM saat ini.

Oleh karena itu, potensi yang dimiliki UMKM perlu didukung dan dibantu oleh pemerintah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bekerja sama dengan banyak pihak untuk dapat terus beradaptasi di situasi seperti saat ini.

BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara) pada masa tanggap darurat pandemi Covid-19 adalah kegiatan pemberian bantuan pemerintah dalam bentuk pembaharuan desain kemasan produk yang lebih baik dan memiliki value added terhadap produk para pelaku usaha kuliner yang awalnya melalui media daring (online) dan saat ini di Provinsi Sumatra Utara secara offline.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif menyelenggarakan Kurasi Program BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara) Batch 1 di wilayah Danau Toba-Provinsi Sumatra Utara tepatnya di Hotel Inna Parapat pada 26-27 Februari 2021 lalu. Laporan kegiatan, sambutan sekaligus pembuka acara diwakili oleh Imam Wuryanto sebagai Koordinator Industri Kreatif Bidang DKV, Desain Interior dan Arsitektur.

Melalui kurasi yang melibatkan 44 peserta terdiri dari pelaku UMKM di wilayah Provinsi Sumatra Utara, terpilih 25 pelaku UMKM yang nantinya akan mendapatkan pendampingan dalam pembuatan desain logo dan kemasan baru setelah melewati proses redesain 3 level.

Dedy Siregar dari BPODT memberikan arahan kepada peserta kurasi BEDA’KAN/jmh

Program bantuan yang diberi nama BEDA’KAN ini bertujuan untuk :

  1. Membantu pelaku usaha kuliner untuk memiliki kemasan produknya dengan tampilan yang lebih menarik, berkarakter, higienis, melindungi produknya dan profesional, sehingga semakin menarik perhatian konsumen.
  2. Meningkatkan rasa percaya diri dalam persaingan global serta membantu pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka.
  3. Membantu pelaku usaha kuliner dalam rangka persiapan tranformasi strategi pemasaran dari offline ke online.

Pelaksanaan program BEDA’KAN dilakukan secara online dari mulai pendaftaran, seleksi administrasi awal, dan secara offline seleksi proposal konsep bisnis peserta, bedah produk dan rancangan kemasan, paparan desain akhir kemasan.

Ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi besar dan diharapkan dapat menjadi salah satu sektor penggerak pertumbuhan ekonomi yang dapat mewujudkan Indonesia Maju Yang mandiri, adil dan makmur sesuai dengan visi pembangunan Indonesia.

Program BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara)/jmh

Namun kenyataan di Lapangan, pelaku ekonomi kreatif mempunyai banyak kendala dalam menjalankan usahanya, sehingga pemerintah perlu turut memfasilitasi dengan membuat program kegiatan yang dapat membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk dapat terus tumbuh dan berkembang.

Salah satu kendala yang kerap dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usaha adalah masih terbatasnya pengetahuan akan pentingnya peranan desain dalam suatu usaha.

Sebagai salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif, Desain Komunikasi Visual (DKV) memiliki peranan penting dalam merealisasikan program pemerintah. Kedeputian Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif sesuai tugas dan fungsinya melalui Direktorat Industri Kreatif Fesyen, Desain dan Kuliner, Subdirektorat Industri Kreatif Desain Komunikasi Visual, Arsitektur dan Desain Interior, berupaya untuk mengedukasi pelaku ekonomi kreatif khususnya subsektor kuliner (demand) untuk menggunakan jasa desainer profesional (supply) dan percetakan kemasan yang memadai dalam mewujudkan produk yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing tinggi melalui Kegiatan Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara (BEDA’KAN).

Kegiatan BEDA’KAN ini diharapkan dapat menciptakan penguatan ekosistem ekonomi kreatif, di mana adanya keterhubungan sistem yang mendukung rantai nilai ekonomi kreatif. Yang dilakukan oleh pelaku ekonomi kreatif kuliner, dengan penguatan penciptaan talenta desainer melalui praktik langsung kepada pelaku ekonomi kreatif kuliner sebagai pengguna jasa desainer, sehingga terjalin simbiosis mutualisme. *Jmh