Tobaria – Ihan bulung sungkit merupakan kuliner khas tanah batak, unik dan langka. Sekilas makanan ini hampir mirip dengan pepes ikan yang sering kita jumpai di rumah makan pada umumnya. Hanya saja, kuliner autentik berbahan utama ihan batak (ikan endemik Danau Toba) dengan  bumbu alami dan rempah andaliman yang khas dibungkus daun sungkit (Marasi/ Curculigo Latifolia) pada proses memasaknya, sudah sangat langka, bahkan terancam punah, karena jarang ada yang membuatnya.

Menurut cerita, kuliner autentik khas Tanah Batak yang menggiurkan lidah ini, merupakan hidangan istimewa bagi para tamu pada acara pesta bius (pesta adat), tetamu raja atau pada acara yang sifatnya relijius penuh ucapan rasa syukur dan doa.

Ihan Batak, ikan endemik kawasan Danau Toba

Tak bisa dipungkiri, sulitnya mendapatkan ihan batak dari sungai sekitaran Danau Toba, daun sungkit serta bahan lainnya menjadi alasan penting bahwa kuliner ini memang diperuntukkan hanya pada acara tertentu saja.

Di Kawasan Danau Toba sendiri, berbagai sebutan untuk kuliner autentik ini pasti tidak begitu familier di telinga. Orang toba menyebut dengan Dekke Jurung – jurung, orang Pakpak menamainya dengan Ikan Pinauh dan kalau di daerah Bakara, tempat bernaungnya pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja disebut Ihan Bulung Sungkit.

Pun demikian, makna tersirat dalam ritual sesuai peruntukannya memiliki kesamaan tujuan. Namun tentu saja dengan melekatkan unsur dari warisan leluhur Batak sebagai pembeda atau ciri khasnya.

Kuliner Ihan Bulung Sungkit merupakan kekayaan tradisi kawasan Danau Toba yang sarat pesan, doa dan harapan. Menjaga masyarakat Batak tetap menjalin ikatan keluargaan sekalipun beda generasi.

Ihan Batak dilumuri bumbu rempah halus dimasak dengan menggunakan uap atau mengukus di dalam hudon tano (periuk yang terbuat dari tanah liat)

Dalam prosesinya, dilaksanakan untuk suatu moment yang dianggap memerlukan doa dan petuah atau sebagai ungkapan rasa syukur akan sesuatu yang telah terjadi dan mengimplementasikan bentuk ungkapan rasa syukur. Bisa juga sebagai permohonan kepada Sang Khalik  agar peristiwa buruk tidak pernah terjadi atau terulang kembali.

Ihan Bulung Sungkit yang menggoda lidah, memang sangat jarang dijumpai, bahkan tak ada dihidangkan di rumah makan disekitar kawasan Danau Toba. Ciri khasnya berbalut daun sungkit, bahan utamanya Ihan Batak dilumuri bumbu rempah halus dimasak dengan menggunakan uap atau mengukus di dalam hudon tano ( periuk yang terbuat dari tanah liat ), di lain daerah ada yang mengukusnya dulu baru dipanggang diatas bara api.

Di lain daerah ( kawasan Danau Toba), tehnik memasak Ihan Bulung Sungkit ada yang mengukus dulu baru dipanggang dengan menggunakan bara api

Kekayaan rempah – rempah Tanah Batak secara tidak langsung membuat kawasan ini juga terkenal sebagai daerah yang kaya akan kuliner dengan ragam cita rasa autentik yang mewakili setiap masyarakat yang membuatnya.

Barang kali, Sahabat Tobaria sudah pernah mencicipinya atau bahkan ingin mendapatkan resep Ihan Bulung Sungkit yang terkenal dan bercita rasa gurih dan unik. Langsung aja yuk simak cara membuatnya!

Bahan:

1. Ihan Batak 1 kg

2. Daun Sungkit secukupnya untuk membungkus

3. Daun kemangi secukupnya

3. Daun salam secukupnya

Bumbu Halus:

1. Kunyit 2 cm

2. Bawang putih 4 siung

3. Kemiri 7 butir bakar jangan sampai gosong

4. Bawang merah 10 butir

5. Garam secukupnya

6. Serai 3 batang diiris halus

7. Asam segar 100 gram

8. Lengkuas 4 cm

9. Andaliman secukupnya

10. 5 buah cabe merah segar

Cara Membuat:

Ihan batak dibersihkan terlebih dahulu serta dibuang isi perutnya. Kemudian dicuci dengan air bersih dan sisihkan sejenak. Campurkan daun kemangi dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Ambil satu lembar daun sungkit dan diberi alas daun salam 1-2 lembar. Setelah itu, gulingkan ikan pada bumbu yang telah dicampur dengan daun hingga merata. Bungkus ikan dengan daun, semat bagian ujung-ujung daun sungkit hingga rapat.

Masukkan ihan yang sudah dibungkus dengan daun sungkit ke dalam hudon tano, usahakan jangan sampai terendam dengan air ( kukus ). Masak selama 90 menit hingga air menyusut sampai hampir habis serta tulang ikan menjadi lunak. Tiriskan. Ihan Bulung Sungkit siap disajikan. (*)