Solu Hau Sada adalah perahu tradisional Khas Danau Toba yang terbuat dari kayu pilihan jenis Hau Ingul. Dalam Bahasa Indonesia pengertian Hau adalah pohon atau kayu, sedangkan Sada adalah satu.

Hau Ingul atau Pohon Suren dengan nama latin Toona Sureni, adalah jenis kayu dari keluarga Meliaceae yang bernilai ekonomi tinggi. Pertumbuhan Hau Ingul tergolong mudah dan tidak membutuhkan perhatian khusus. Ketinggiannya bisa mencapai 30 meter hingga 50 meter dan diameter batangnya bisa mencapai 1 meter hingga 2 meter.

Hampir di setiap perkebunan masyarakat di Kawasan Danau Toba, ditanami Hau Ingul. Pohon ini ditanam di sela – sela tanaman lainnya. Yang dipanen dari Hau Ingul adalah batangnya.  Bagian batang pohon ini dibersihkan lalu dipotong – potong menjadi papan dan digunakan untuk kebutuhan bangunan atau dijual kepada yang membutuhkan.

Batang Hau Ingul, sebagai bahan pembuat Solu Hau Sada/ist

Papan dari Hau Ingul biasanya digunakan untuk membuat dinding dan lantai rumah, kerajinan tangan, perahu atau solu dan lain sebagainya.

Di Kawasan Danau Toba, pengrajin solu, menggunakan Hau Ingul sebagai bahan utama pembuat solu. Konon katanya, semakin sering Hau Ingul terkena air maka kualiatas kayunya makin baik.

Kelebihan lain dari Hau Ingul ini adalah teksturnya, yang tidak mudah mengalami pembusukan atau dimakan rayap. Kayunya berserat putih agak kemerahan, berurat bergaris-garis memanjang.

Pembuatan Solu Hau Sada hampir punah, tergantikan solu yang terbuat dari sambungan papan/Marco

Cara pembuatan solu di zaman dahulu dan sekarang jauh berbeda. Jika sekarang solu terbuat dari susunan beberapa bilah papan.

Lain lagi zaman dahulu, solu ini dibuat dari satu batang kayu yang bagian batangnya dikeruk, bagian tepi dan ujungnya dibentuk lancip. Solu dari satu batang kayu ini disebut solu hau sada atau perahu dari satu batang kayu.