Indonesia adalah penghasil kakao terbesar ketiga di dunia dengan kontribusi sebesar 13% dari kebutuhan dunia. Hal tersebut didukung karena lokasi geografis Indonesia yang sangat cocok untuk budidaya kakao.

Kakao atau Theobroma Cacao L, adalah merupakan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman yang merupakan bahan baku cokelat ini dapat berbuah sepanjang tahun. Tanaman ini termasuk golongan tumbuhan tropis yang cocok dengan kultur tanah dan iklim di Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2016, luas penanaman dan produksi tanaman kakao di perkebunan rakyat menurut kabupaten di Kawasan Danau Toba yaitu, Kabupaten Tapanuli Utara dengan lahan seluas 3.031 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 1.213 Ton.

Kabupaten Humbang Hasundutan dengan lahan seluas 1.649 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 486 Ton. Kabupaten Toba dengan lahan seluas 134 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 52 Ton. Kabupaten Pakpak Bharat dengan lahan seluas 248 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 102 Ton.

Kabupaten Karo dengan lahan seluas 4.760 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 2.516 Ton. Kabupaten Samosir dengan lahan seluas 305 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 108 Ton. Kabupaten Dairi dengan lahan seluas 641 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 318 Ton. Kabupaten Simalungun dengan lahan seluas 5.825 ha dan menghasilkan biji kakao kering sebanyak 4.552 Ton.

Ciri-ciri buah kakao yang sudah siap dipanen, yaitu berwarna coklat ketuaan/ist

Cara bertanam kakao tidaklah sulit, namun membutuhkan ketelatenan. Maju Hutapea telah 15 tahun menanami ladangnya dengan tanaman kakao. Dia mengatakan, “Menanam kakao sebetulnya tidak sulit, yang perlu kita lakukan adalah membersihkan daerah yang akan ditanami. Lalu membuat lubang dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk tempat menanam benih pohon kakao. Kemudian lubang ini kita timbun dengan pupuk kompos, lalu dibiarkan beberapa hari. Lalu benih kakao yang sudah memiliki tinggi hampir meter dimasukkan ke dalam lubang.” Ucap Maju Hutapea.

Selanjutnya akan dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik maupun kimia. Pada usia 8-12 bulan, dilakukan pemangkasan cabang pohon kakao. Pada umur 18-24 bulan dilakukan kembali pemangkasan, dengan membuang tunas yang tidak diinginkan.

Secara berkala dilakukan pembuangan cabang yang melintang serta rating yang menyebabkan tanaman terlalu rimbun dibuang. Pemangkasan dilakukan bertujuan untuk mengurangi lebatnya daun pada tanaman kakao. Pada usia 3 tahun, pohon kakao sudah berbuah dan mulai bisa dipanen.

Tanaman kakao pada usia 3 tahun, telah berbuah lebat dan tinggal menunggu dipanen/ist

Buah kakao yang bisa dipanen adalah buah yang sudah tua dan sudah mengalami perubahan kulit buah. Maju menyarankan, begitu buah sudah masak, bisa segera dipetik, karena jika terlalu masak kadar gula dalam buah menurun sehingga dalam proses fermentasi kurang begitu baik.

Namun hingga hari ini, petani di Kawasan Danau Toba masih menghasilkan biji kakao kering sebagai akhir dari perjuangan menanam kakao. Dan menjualnya ke penampung besar hasil tani dengan nilai jual biji kakao dengan harga sekira Rp.20.000,-/kg.

Manfaat biji kakao untuk kesehatan ternyata sangat beragam. Tentu, manfaat ini bisa didapatkan apabila biji kakao tidak diolah dengan menambahkan banyak gula dan bahan lain yang tidak sehat.

Biji kakao ternyata sehat dan tidak bikin gemuk dan bisa memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan. Selama ini, coklat memiliki reputasi sebagai makanan tidak sehat yang sebaiknya dihindari. Namun sebenarnya, hal itu hanya berlaku untuk coklat yang mengandung banyak gula dan bahan tambahan lain yang tinggi kalori. Dalam bentuk alaminya, biji kakao sebenarnya merupakan asupan sehat yang bisa memberikan berbagai keuntungan untuk tubuh.

Biji kakao yang sudah kering, siap dijual ke penampung/ist

Manfaat biji kakao sangatlah beragam, mulai dari membantu mengontrol kadar gula darah hingga mencegah penyakit jantung. Selain itu, bahan makanan ini juga mengandung berbagai nutrisi mulai dari serat hingga mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Biji kakao bisa diolah menjadi berbagai macam hindangan. Pengolahan itulah yang kemudian menentukan, bahan pembuat coklat tersebut menjadi makanan yang sehat atau justru membuat lemak dan gula di tubuh semakin menumpuk. Salah satu hasil pengolahan paling alami dari biji kakao adalah cacao nibs yang dikemas dalam bentuk potongan-potongan kecil, tanpa tambahan gula maupun bahan lainnya.

Dan kulit kakao adalah salah satu limbah industri yang dihasilkan oleh tanaman kakao. Kulit buah kakao segar memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik sebagai bahan pakan ternak.

Kendatipun kulit buah kakao dapat diberikan kepada ternak dalam keadaan segar setelah dilakukan pencacahan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kulit buah kakao sebaiknya difermentasi terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak.

Nah, itu dia tentang proses bertanam kakao hingga banyak manfaat untuk kesehatan manusia juga bisa menjadi pakan ternak. Apakah anda ingin mencoba membudidayakan tanaman kokoa ini ? Selamat mencoba yah. *Jmh