Satu tahun telah berlalu, atraksi pertunjukan Tari Tortor Sigalegale dan Mangalahat Horbo tidak terdengar lagi di Objek Wisata Budaya Museum Huta Bolon, Kecamatan Simanindo – Kabupaten Samosir. Pandemi Covid-19 telah memberi banyak dampak dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yang terdampak adalah Pengelola dan Para Pelaku Seni di Objek Wisata Budaya Museum Huta Bolon. Dan hingga hari ini, rutinitas atraksi seni budaya tersebut belum dibuka kembali.
Keadaan ini dimanfaatkan oleh Tiolina Sinambela sebagai Pengelola Objek Wisata Budaya Museum Huta Bolon, untuk menyalurkan bakatnya di bidang jahit-menjahit. Hal tersebut terlihat dari berbagai produk – produk cantik dan unik yang terbuat dari kain tenun bermotifkan ulos. Sukses dengan pagelaran busana dan aksesoris etnik Khas Batak karyanya beberapa waktu lalu. Tiolina berharap akan ada Tiolina-Tiolina lainnya di Kabupaten Samosir.

Bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Nusantara Kabupaten Samosir, Tiolina dan Valesia Sitanggang selaku Ketua DPD UKM IKM Nusantara Kabupaten Samosir kembali mengadakan acara makan siang dan temu bincang. Dengan menghadirkan desainer ternama Indonesia Adjie Notonegoro di Ruma Kaca – Huta Bolon Kecamatan Simanindo – Kabupaten Samosir pada 29 Maret 2021.
Acara makan siang dan temu bincang secara on-site tersebut berjalan lancar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Adjie Notonegoro tampak berbaur bersama tamu undangan yang hadir. Menikmati makan siang diruangan terbuka dengan lanskap Danau Toba, dan menikmati sajian istimewa, “Taste Of Lake Toba Barbeque Yabi.”

Usai menikmati makan siang, acara selanjutnya adalah temu bincang dengan sang desainer. Undangan yang hadir, anggota DPD UKM IKM Nusantara Kabupaten Samosir anggota maupun non anggota.
Adjie mengatakan, “Danau Toba ini sangat indah, unik dan kearifan lokalnyapun sangat beragam. Hal ini perlu disikapi oleh para pelaku ekonomi kreatif, menghasilkan sebuah karya yang unik dan silahkan dikolaborasikan. Contohnya memadukan kain ulos dengan kain sutra untuk membuat busana, jangan sampai kain ulos dibeli dan hanya dijadikan pajangan atau disimpan saja. Tuhan kasih talenta, jangan disia-siakan talentanya. Digali terus, ini UKM IKM Nusantara sudah ada di Kabupaten Samosir. Tidak ada kata terlambat, harus bisa bangkit. Pandemi ini mungkin waktunya kita untuk menyadari kemampuan diri sendiri dan kita ini mau menjadi apa? Apakah kita mau jadi berkat melalui karya kita ? Satu lagi, media adalah ujung tombak untuk menyebarkan berbagai info ke seluruh dunia. Jangan sibuk mencari orang hebat, bantu promosikan mereka yang usahanya tampak kecil dan mau dibesarkan, agar kita semua bisa meraih sukses,” ucap Adjie menutup pertemuan tersebut.
Menurut Valesia Sitanggang, “UKM IKM Nusantara ini terbuka bagi siapa saja pelaku ekonomi kreatif. Kita tidak menentukan sudah seberapa besar usahanya baru boleh bergabung dengan kita, yang pasti dia sudah berusaha. Karena kita ingin bersama, bergandengan tangan membangun Kabupaten Samosir. Saling berkolaborasi dengan keberagaman latar belakang ekonomi kreatif di sini. Ada komunitas pemusik, ada sanggar tari, ada media, ada yang membuat souvenir, kuliner, pokoknya semua kita rangkul dengan judul mau berusaha dan memiliki usaha,” ujar Valesia.
Valesia juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Koordinator Daerah Dewan Pimpinan Wilayah Usaha UKM IKM Nusantara Provinsi Sumatera Utara Binsar Simatupang, yang telah memberinya kepercayaan untuk berbuat bagi masyarakat Kabupaten Samosir. Dengan menjadikannya sebagai Ketua DPD UKM IKM Nusantara Kabupaten Samosir, tanpa mempersoalkan alamatnya. Velisia bertekad, sekalipun berkomunikasi secara virtual dengan anggota UKM IKM Nusantara Kabupaten Samosir, dia yakin bahwa itu tidak akan mempengaruhi kebersamaan dari lembaga tersebut. Hadir dalam acara tersebut para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai komunitas dan berbagai latar belakang profesi.
