Tobaria – Bupati Kabupaten Samosir Vandiko T Gultom melakukan kunjungan balasan ke Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Zhang Min pada Kamis, 8 September 2022.
Bertempat di Rumah Dinas Jalan Cut Nyak Dien No. 5 Medan, Sumatera Utara. Sebelumnya pada 12 Agustus 2022 Konjen RTT tersebut pernah berkunjung ke Samosir.
Zhang Min menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Bupati Samosir Vandiko T Gultom di Konjen Tiongkok. Beliau merasa kagum melihat keindahan alam yang memesona saat kunjungannya beberapa waktu lalu, warisan budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga. Dia juga tercengang mendengar sejarah terbentuknya Pulau Samosir dari hasil letusan gunung super Vulcano jutaan tahun lalu.

Diapun menjelaskan bahwa banyak wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia, angkanya fantastik diatas puluhan ribu pertahun. Bali menjadi urutan destinasi paling utama diperkirakan sekitar 90% dan 10 % sisanya menuju tempat wisata lain.
“Saya berharap wisatawan dari Tiongkok ke Samosir akan meningkat di tahun, saya pasti akan ikut mempromosikannya. Kita tahu, kondisi Pandemi Covid-19 dan kondisi infrastruktur menjadi kendala berkurangnya kunjungan wisatawan,” ujar Zhang Min.
Dia menambahkan, kondisi geografis dan budaya di RRT hampir mirip dengan kondisi Samosir. Kedepan, diharapkan ada pertukaran informasi dan teknologi terutama dalam bidang Parawisata dan Pertanian antara Pemerintah Tiongkok dengan Pemerintah Kabupaten Samosir.
Dalam Hal itu, Vandiko juga menyampaikan rasa terimakasihnya atas undangan Konjen RRT kepada Pemkab Samosir dan sebelumnya meminta maaf ketika kunjungan Zang Min di Samosir tidak bisa bertemu langsung dengan beliau.
“Saya sangat senang dan bangga, beliau sangat memahami betul keadaan dan situasi di Kabupaten Samosir, beliau juga sangat tertarik menjalin kerjasama,” kata Vandiko.

Ditambahkan, Konsep kerjasama yang diusung nantinya adalah konsep Sister City (Kota kembar) atau kota bersaudara, sebuah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk.
Kota kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Konsep kota kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota. Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya, perdagangan, parawisata maupun pertanian.
Zhang Min dan Vandiko berharap kerjasama dengan konsep “Sister City” ini dapat segera diwujudkan dalam waktu dekat, sebab salah satu kabupaten di RRT memiliki kemiripan dengan Kabupaten Samosir.
“Perkembangan RRT sangat luar biasa dengan penerapan teknologi dalam banyak bidang, saya sangat tertarik bekerjasama dalam bidang Parawisata dan Pertanian,” ujar Vandiko menambahkan. (*)
