Tobaria – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan menggelar Biannual Tourism Forum di Samosir Cottage, Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, Rabu (9/11/2022).

Bertema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dalam mendukung Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB). Kegiatan tersebut  bertujuan untuk membahas pengembangan SDM pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Kawasan Danau Toba serta memperoleh berbagai masukan dari narasumber dan peserta forum agar dapat menentukan strategi yang tepat, meningkatkan kualitas program- program pengembangan SDM pariwisata dalam memenuhi kebutuhan industri pariwisata.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini Mohammad Paham ini berlangsung selama 2 hari, dengan dihadiri oleh 100 orang peserta terdiri dari instansi pemerintah yang membidangi kepariwisataan di Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Se-Kawasan Danau Toba, Assosiasi Industri, Profesi, Akademisi, Pelaku Pariwisata dan Tokoh Masyarakat.

Peserta Biannual Tourism Forum terdiri dari instansi pemerintah yang membidangi kepariwisataan di Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Se-Kawasan Danau Toba, Assosiasi Industri, Profesi, Akademisi, Pelaku Pariwisata dan Tokoh Masyarakat.

Martini Mohammad Paham saat membuka acara, berharap agar para peserta memberikan masukan dan saran terkait apa saja yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah dalam mempercepat pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Kawasan Danau Toba.

“Forum ini merupakan bagian dari program Kemenparekraf yang bertujuan untuk percepatan pemulihan dan peningkatan produktivitas sektor Parekraf. Melalui upskilling, reskilling dan new skilling dengan bentuk penerapan strategi berupa Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi,” ungkap Martini.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetti Naibaho dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kemenparekraf RI atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai jantung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir mendapat banyak dukungan dan perhatian dari Pemerintah Pusat dalam mendukung pengembangan industri pariwisata.

Foto bersama peserta Biannual Tourism Forum

Selain itu, Asisten II Ekonomi dan Pembangunan, Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa Biannual Tourism Forum merupakan upaya dalam mendukung cita-cita Samosir sebagai tujuan wisata internasional 2025. Kabupaten Samosir patut berbangga, pembangunan jalan lingkar Samosir, pengadaan kapal ferry, pembangunan pelabuhan ferry, peningkatan destinasi wisata dan pembangunan homestay yang sudah dan sedang berlangsung adalah berkat perhatian Pemerintah Pusat.

“Kita berharap, pegiat pariwisata dapat bekerjasama dalam mengubah mindset masyarakat menjadi pelayan yang baik dengan mengedepankan falsafah Dalihan Natolu menyongsong Samosir Tujuan Wisata Internasional 2025,” pungkasnya. (*)