Tobaria,- Horas! mendengar kata Horas tentunya sudah tidak asing lagi kan Sobat? Horas dapat diartikan sebagai sebuah harapan atau sebagai ucapan pada suatu momen perpisahan dan Horas juga bisa dimaknai ungkapan kebahagiaan. 

Mendengar kata Horas tentunya sudah pasti tau dong, bahasa ini berasal dari daerah mana? Yap, betul. Sumatera Utara atau Batak. Selain terkenal dengan bahasa tradisional yang masih dijaga hingga saat ini, Sumatera Utara juga menyimpan banyak warisan kuliner tradisional secara turun menurun. 

Nah, salah satu kuliner khas Batak di Sumatera Utara adalah Ayam Napinadar. Menu masakan ini sangatlah populer loh Sobat karena ini merupakan makanan tradisional Batak yang sudah ada sejak zaman dahulu hingga kini. 

Ciri Khas Masakan Napinadar

Ayam Napinadar memiliki keunikannya sendiri, masakan yang satu ini memiliki cita rasa yang sangat khas. Ketika pertama kali saat memakan makanan ini Sobat akan dikejutkan dengan cita rasa yang super pedas, dikarenakan menggunakan Andaliman di dalam nya. 

Andaliman merupakan bumbu masak yang sering disebut sebagai merica Batak yang memiliki aroma seperti jeruk dan rasa pedas yang getir. Selain Andaliman, cabai rawit dan kering juga menambah rasa pedas di dalamnya. 

Rasa pedas hadir bersama rasa gurih dan asin yang berasal dari bumbu serta rempah lainnya. 

Memiliki Filosofi Yang Kuat

(Dok. Istimewa)

Jika Sobat penggemar pedas, makanan ini menjadi salah satu rekomendasi yang tepat. eits tapi siapa sangka dibalik ciri khasnya yang pedas Ayam Napinadar memiliki filosofi yang kuat. 

Ayam Napinadar memiliki filosofi yang memberikan semangat, berkat serta sebuah sarana untuk memanjatkan doa. Tak heran jika makanan ini banyak dihidangkan dalam acara-acara adat. 

Selain itu, ayam yang dimasak untuk Napinadar umumnya menggunakan ayam kampung jantan. Hal ini melambangkan kegagahan dan keberhasilan. Bagi kepercayaan Suku Batak sendiri, pemberian makanan ini kepada seseorang diharapkan mendapatkan kesehatan dan berkat yang melimpah kedepannya.

Dihidangkan Dalam Acara Tertentu

​​masakan khas Batak ini biasanya dihidangkan dalam pesta adat tertentu. Menu ini merupakan makanan pilihan bagi masyarakat Batak karena memiliki rasa yang nikmat dan istimewa. Keistimewaan masakan ini timbul dari cara pembuatannya yang cukup berbeda dari cara mengolah daging ayam menjadi masakan yang pada umumnya.

Seperti yang dilansir dari laman belanga.id, Ayam Napinadar biasanya disajikan kepada seseorang yang sedang bersukacita, misalnya pada acara pernikahan, melahirkan, pemberangkatan merantau, dan masih banyak lagi. Namun, kini Ayam Napinadar bisa dinikmati kapan saja, tidak harus menunggu ada perayaan adat tertentu.

Dimasak Menggunakan Darah Ayam

Dilansir dari laman Tutoba, untuk menyiapkan masakan Ayam Napinadar biasanya juru masak harus menyembelih sendiri ayam yang masih hidup untuk mendapatkan darahnya. Sesaat setelah disembelih darah ayam tersebut langsung ditetesi dengan air asam agar tidak menggumpal. Darah ayam ini memang menjadi ciri khas bagi masakan Ayam Napinadar, karena memang digunakan sebagai salah satu bumbu atau bahan dalam pembuatannya.

Oleh karena itu, masakan ini tidak bisa dimakan oleh semua kalangan. Biasanya, umat Islam di Tanah Batak lebih memilih menghindari makasakan ini. Meskipun, kini Ayam Napinadar juga bisa diolah tanpa menggunakan darah ayam.

Selain itu, bagi orang Batak sendiri tidak semua mau memakan masakan ini karena tidak semua orang Batak mau memakan darah, walau darahnya sudah dimasak.

Mengolah Ayam Napinadar

(Dok. Istimewa)

Masih dilansir dari laman Tutoba, memasak Ayam Napinadar ini terbilang gampang-gampang susah. Ayam yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong kemudian dipanggang dengan bara arang untuk mendapatkan hasil panggangan yang bagus. Sementera untuk bumbu terdiri dari serai, lengkuas, jahe, kunyit, bawang putih, bawang merah, kemiri semuanya disangrai dan ditambahkan dengan bumbu yang tidak disangrai seperti cabe rawit dan andaliman serta garam.

Seluruh bumbu yang sudah siap digiling dan dihaluskan, kemudian ditumis dengan minyak. Setelah matang, akan didapatkan saus spesial yang kemudian dituang ke atas daging ayam yang sudah selesai dipanggang.

Bahan yang digunakan untuk membuat Ayam Napinadar:

* 1 ekor ayam kampung, potong menjadi 8 bagian
* 5 bawang putih
* 5 siung bawang merah
* 1 buah jeruk nipis
* Garam dan penyedap secukupnya
* Kecap manis

Saos :

* 2 sdm Andaliman (Sichuan pepper)
* 1 sdt bawang bubuk
* garam dan penyedap secukupnya
* 10 cabe keriting (sesuai selera)
* 10 cabe rawit (sesuai selera)

Cara membuat:
1. Pangganglah daging ayam yang sudah dibersihkan diatas bara api hingga matang. Sebaiknya menggunakan arang.
2. Haluskanlah bumbu untuk sausnya lalu di gongseng bersama darah ayam kampung yang sudah dipisahkan.
3. Taburilah saus darah ayam yang sudah bercampur bumbu pada daging ayam yang sudah dipanggang, kemudian hidangkan. (*)