Tobaria – Di bawah bentangan langit Humbang Hasundutan, Desa Banuarea tidak lagi sekadar wilayah administratif yang sunyi. Ia adalah sebuah rahim geologis yang memeluk takdirnya sendiri: Wisata Alam Seribu Goa.
Namun, di balik eksotisme lorong-lorong batu purba yang memikat mata pelancong, ada satu variabel ekonomi dan ekologis yang selama ini luput dari kalkulasi pembangunan daerah, yakni lahirnya produk turunan berbasis lanskap bumi atau yang karib disebut geoproduct.
Langkah maju bermula ketika merek dagang The BANUAREA resmi mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sebuah pencapaian yang mustahil terwujud tanpa intervensi dan kawalan taktis dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.
Pengakuan hukum ini bukan sekadar validasi selembar kertas, melainkan batu pijakan bagi desa ini untuk menatap pasar global dengan kepala tegak. Banuarea kini bertransformasi; ia bukan lagi sekadar nama tempat, melainkan sebuah identitas ekonomi baru.
Simarbosibosi: Dari Daun Belantara Menjadi Komoditas Berharga Denyut nadi geoproduct ini sejatinya lahir dari kejelian membaca alam.
Dalam berbagai kesempatan mendampingi wisatawan menyusuri keheningan Seribu Goa, Kepala Desa Banuarea, Alirman Manullang, kerap mengisahkan kekayaan botani lokal yang tumbuh subur di bibir-bibir goa.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah tanaman endemik berkhasiat obat bernama Simarbosibosi. Secara turun-temurun, masyarakat mempercayai tanaman ini sebagai obat mujarab untuk meredakan sakit pinggang hingga mengontrol diabetes.
Potensi yang tersembunyi di lantai hutan ini memicu sebuah gerakan hilirisasi lokal. Melalui inisiasi kepemudaan setempat, lahirlah PT Simarbosibosi Rempah Indonesia.
Perusahaan lokal ini mengolah dedaunan hijau tersebut menjadi teh herbal premium bermerek The BANUAREA. Lembar demi lembar daun Simarbosibosi yang dahulu gugur tak bersuara di atas tanah humus, kini bertransformasi menjadi lembaran rupiah, bahkan bersiap menjemput limpahan dolar di pasar ekspor.
IInilah wujud nyata dari multiplier effect (efek pengganda) yang dilahirkan oleh sektor pariwisata alam. Kehadiran destinasi Seribu Goa tidak berhenti pada tiket masuk dan swafoto, melainkan meluas pada:
- Penciptaan Produk Lokal Baru: Mengubah bahan baku mentah menjadi produk hilir bernilai tinggi.
- Stimulus Ekonomi Kerakyatan: Membuka lapangan kerja dan melahirkan wirausahawan muda di tingkat desa
- Solusi Kesehatan Preventif: Menyediakan alternatif pengobatan herbal yang murah, efektif, sekaligus menjadi jawaban atas keresahan sosial terkait ketergantungan masyarakat pada obat-obatan kimia sintetik.
Warisan Debu Purba Toba Kaldera

Mengapa Teh The BANUAREA layak disebut sebagai geoproduct sejati? Jawabannya tertanam jauh di dalam tanah tempatnya bertumbuh. Tanaman Simarbosibosi ini hidup di atas tanah yang beribu tahun lalu dihujani oleh abu vulkanis letusan dahsyat Gunung Toba—sebuah katastrofe purba yang jejak debunya bahkan terdistribusi hingga ke daratan India.
Kini, wilayah subur ini berada di bawah payung Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Status internasional ini menegaskan bahwa setiap produk yang lahir dari rahim tanah Banuarea membawa narasi geologis dunia.
Sinergi antara keindahan geo-wisata Seribu Goa dan nilai ekonomi teh Simarbosibosi adalah cetak biru bagaimana pelestarian alam dan kesejahteraan manusia bisa berjalan beriringan. Banuarea tidak lagi sekadar bersolek memoles goanya, tetapi juga sedang meramu masa depannya lewat secangkir teh.
Teh Simarbosibosi adalah Teh Batak Kuno yang sampai saat ini masih banyak dikonsumsi masyarakat Barus dan Pakkat.
Daun ini sekarang tersisa di hutan-hutan dekat perkampungan.
Cara pembuatan:
masih alami Daun di Petik dari Hutan, dibersihkan lalu dikeringkan / dijemur. Kemudian dihancurkan sebelum dikemas.
Khasiat banyak ilmuwan sdh melakukan penelitian tentang Simarbosibosi ini, antara lain:
- mencegah diabetes
- mengatasi sakit punggung
- menjaga kesegaran tubuh karena mengandung anti bakteri.
Penyajian:
- rebus 1liter air, lalu tuangkan 1 sendok daun simarbosibosi.
- Setelah mendidih, tuangkan dan saring air rebusan ke dalam gelas.
- Air rebusan dapat disajikan dengan gula merah secukupnya.
1 kemasan bisa dihidangkan untuk 40 gelas. Untuk pemesanan bisa hubungi Berliana 081264658312.(*)
