Talas adalah tanaman jenis umbi-umbian, salah satunya adalah jenis talas beneng atau xanthosoma undipes. Beneng adalah singkatan dari besar dan koneng yang artinya, talas berukuran besar dengan umbi berwarna kuning.
Talas beneng merupakan jenis talas yang menghasilkan umbi dan juga sebagai solusi tanam praktis yang menjanjikan. Dinilai memiliki prospek baik sebagai bahan pangan pokok dan fungsional.
Talas beneng ini mengandung kadar karbohidrat, kadar abu, total gula, kadar lemak, HCN, kadar air, kadar protein, serat pangan dan energi.
Talas beneng saat ini mulai dibudidayakan di Kawasan Danau Toba. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan lebih optimal pada tanah berpasir seperti alluvial dengan pH tanah 5.5-6.5, diketinggian optimal 250 Mdpl-1300Mdpl dengan curah hujan 1.000 mm/th, suhu optimal 21-27 dan pencahayaan terbuka sampai ternaungi 60%.
Menurut Ketua Dewan Pengawas Koperasi Abbargo Caldera Toba Berliana Purba, prospek dari budidaya talas beneng ini sangat menjanjikan.

Berliana mengatakan, “Petani akan sangat beruntung membudidayakan talas beneng ini. Karena proses penanamannya tidak rumit, bisa ditanam tumpang sari diberbagai lahan bahkan di sekitar pekarangan rumah. Seluruh bagian dari tanaman talas beneng ini memiliki manfaat dan bisa dijual.”
Kami dari Koperasi Abbargo siap menampung hasil panen talas beneng di Kawasan Danau Toba. Jadi jangan ragu untuk memulai membudidayakan talas ini, dari bibit, cara bertanam dan perawatan, petani bisa menghubungi koperasi kami dan kami siap untuk mendampingi para petani,” ucap Berliana.
Talas beneng memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis talas lainnya. Di beberapa tempat di Indonesia, talas ini tumbuh liar di lereng gunung, memiliki batang yang besar dan panjang serta pada bagian akarnya terdapat umbi-umbi kecil yang bergerombol. Umbi talas beneng muncul diatas permukaan tanah, sedangkan umbi jenis talas lain tertanam di dalam tanah.
Selanjutnya Berliana juga menjelaskan cara penyiapan pembibitan talas beneng. Anda bisa mengambil bibit dari anakan atau tunas umbi. Anakan setelah dipisahkan dari induknya sebaiknya, disemai dengan jarak tanam rapat sampai terbentuk umbi. Setelah terbentuk umbi bisa pindah tanam ke lokasi dengan cara digali, sebagian akar dibuang dan daun dipotong kecuali yang masih kuncup.
Bibit-bibit ini selanjutnya ditanam di lahan yang sudah bersih dari tanaman hama. Semua lubang tanam untuk bibit diberi pupuk organik. Selanjutnya membuat jarak dengan masing-masing lubang tanam sedalam 15-20 cm. Menanam bibit dengan mata tunas tegak ke atas, dan menutup lubang tanam dengan pupuk organik dan tanah.

Masa panen pertama dari talas beneng ini yaitu panen daun yang telah tua, yang dapat dilakukan setelah tanam di bulan ke 3 hingga bulan ke 4. Untuk panen umbi bisa dilakukan setelah tanam di bulan ke 7 hingga bulan ke 12.
Pada masa panen talas beneng ini, Anda bisa menghasilkan umbi berukuran besar hingga mencapai berat 15 kg-20 kg. Umbi berwarna kuning, selain mudah tumbuh juga memiliki daya simpan yang panjang setelah dipanen dan bisa bertahan hingga 1 bulan.
Nah, para petani di Kawasan Danau Toba yang ingin mencoba membudidayakan talas beneng ini. Silahkan menghubungi Koperasi Abbargo Caldera Toba yang berada di Jl. Sisingamangaraja Km.12, Desa Pohan Tonga-Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. (*)
