Indonesia memiliki keberagaman kuliner khas, asli warisan leluhur yang lestari hingga turun-temurun.

Kali ini, Tobaria akan mengajak Anda berburu kuliner di Kabupaten Pakpak Barat. Kabupaten yang terkenal dengan banyak air terjun, dan keberagaman kuliner khas setempat.

Tobaria mengajak Anda mengunjungi kedai lomang panas dan kopi milik Ibu Nilawati Capah yang berlokasi di Jl. Waldemar Bako, Lintas Sidikalang – Parongil, Desa Kentara – Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Pakpak Bharat.

Lomang adalah penganan yang terbuat dari beras ketan, garam dan santan. Lomang cocok disajikan sebagai menu sarapan pagi atau cemilan, bersanding dengan segelas kopi atau teh manis. Bahkan di beberapa tempat di Kawasan Danau Toba (KDT), lomang adalah oleh – oleh khas.

Nikmatnya menyantap Lomang dengan segelas kopi/ist

Keunikan dari lomang ini, tidak hanya dari cita rasanya yang gurih, tetapi juga cara memasak lomang dan penggunaan tabung bambu sebagai wadah untuk memasak lomang.

Di tempat ini, Anda bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan lomang. Kalau sedang tidak ramai pengunjung, Ibu Nilawati bisa menerima pesanan lomang dengan ukuran bambu sesuai keinginan pemesannya.

Namun disaat ramai, pengunjung bisa membeli lomang sesuai stok yang sudah siap saji. Untuk saat ini, Ibu Nilawati menjual 2 varian lomang dengan 3 ukuran bambu, yang masing – masing ukuran seharga Rp.20.000, Rp.25.000, Rp.30.000.

Proses memasak lomang/ist

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba membuat lomang sendiri di rumah, Tobaria akan membagikan resep yang mudah Anda praktekkan.

Bahan :

1 kg beras ketan

1 liter santan kelapa

1 sendok teh garam halus

1 lembar daun pisang muda

2 batang bambu khusus

Cara membuat:

1. Cuci beras ketan hingga bersih, lalu direndam sekitar 2 jam kemudian ditiriskan. Lalu santan ditambahkan garam secukupnya.

2. Siapkan wadah bambu yang telah dibersihkan bagian dalamnya, lalu lapisi bagian dalam bambu dengan daun pisang.

3. Masukkan beras ketan ke dalam wadah bambu yang telah dilapisi daun pisang, lalu tuang santan sesuai takaran bambu. Yaitu 3/4 dari tinggi tabung bambu.

4. Selanjutnya, tutupi bagian atas bambu dengan daun pisang. Siapkan perapian sedang, dan tabung bambu lomang disusun rapi di salah satu sisi api.

5. Proses pembakaran lomang ini sekitar 2 – 3 jam. Untuk proses pematangan lomang, Anda harus sesekali memutar tabung bambu. Tujuannya, agar tekstur lomang matang secara merata.

6. Setelah lomang matang, angkat tabung bambu dari perapian. Setelah panas tabung bambu berkurang, belah tabung bambu dan keluarkan lomang.

7. Iris lomang sesuai ukuran yang Anda inginkan dan, lomang siap untuk disajikan.

Bagaimana Sobat Tobaria, apakah Anda tertarik untuk mencoba resep di atas ? Atau mungkin Anda ingin langsung berkunjung dan menikmati lomang Khas Kabupaten Pakpak Bharat ? Ayo berkunjung ke Danau Toba! (*)