Tarian merupakan salah satu seni pertunjukkan yang diselaraskan dengan alunan musik. Tarian tradisional biasanya ditemukan di hari-hari peringatan besar, untuk menyambut tamu. Bisa juga sebagai bentuk ritual dari keagamaan.
Salah satunya adalah tari tortor, tari tortor merupakan tari tradisional Suku Batak Toba yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara.
Tari tortor bukan sekedar tarian, tarian ini memiliki arti dan juga ciri khas. Dahulu tarian ini selalu disajikan bersama musik gondang dan tidak bisa dipisahkan. Namun saat ini tari tortor sudah menjadi bagian dari berbagai penampilan hiburan di berbagai event dan lain sebagainya.
Dalam event – event tertentu, tari tortor telah dikreasikan dengan berbagai tarian modern. Tari tortor yang menurut pakemnya terlihat kaku, setelah dikreasikan menjadi berbagai tarian yang bisa menyimbolkan berbagai makna.

Sanggar Seni Tonggi Humbang Hasundutan merupakan salah satu sanggar seni yang melaksanakan program pembinaan seni, kepada siswa – siswi yang ingin mengasah bakat dan kemampuannya.
Sanggar ini berada di Lumban Sampur Desa Pasaribu Kecamatan Harian – Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Golda S. Simarmata merupakan salah seorang pembinanya.
Jenis giat potensi yang diadakan Sanggar Seni Tonggi Humbang Hasundutan adalah seni tari, seni musik dan kriya kayu dengan jadwal latihan setiap Hari Minggu.
Sanggar ini telah berhasil menciptakan beberapa jenis tari tortor kreasi, bahkan telah mengikuti beberapa perlombaan dan menorehkan prestasi. Bahkan siswa yang sudah lulus sekolah dan menjadi siswa non akademik binaan sanggar ini, memilih untuk menggeluti pekerjaan sebagai penari tortor kreasi.

Penampilan tortor kreasi saat ini hampir terlihat diberbagai acara, seperti pesta pernikahan, pesta peresmian, pesta penyambutan kedatangan tamu negara dan lain sebagainya.
Golda mengatakan, “Kami memilih Hari Minggu, agar hari biasa siswa fokus bersekolah dan membantu orangtua. Jadi tidak ada yang terganggu, karena manajemen waktunya terbagi dengan baik. Terlihat dari hasil latihan rutin, dua tahun terakhir siswa binaan kami sudah bisa mencari peluang ekonomi. Khususnya dari seni tari, siswa kami sudah bisa menampilkan tari sambutan maupun hiburan di acara – acara formal maupun non formal,” ucap Golda S. Simarmata.
Nah, itu lah perkembangan dari penampilan tari tortor. Semoga kedepannya, akan sebanyak generasi muda Suku Batak yang akan belajar tari tortor dan turut melestarikan tari tradisional ini. (*)
