Kabupaten Karo merupakan salah satu dari 8 kabupaten kota di Kawasan Danau Toba Provinsi Sumatra Utara. Kabupaten Karo memiliki keberagaman kuliner yang unik dan nikmat. Kali ini kita akan membahas 10 jenis kuliner Khas Karo yang terkenal dengan rasanya yang super nikmat.
Dan dipastikan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) kuliner, yang berkunjung ke Kabupaten Karo. Tidak hanya sekedar ingin mengunjungi keindahan-keindahan alam dan kearifan lokal di sana, namun juga ingin berburu kuliner. Anda pasti penasaran, ingin tahu ke 10 jenis kuliner istimewa tersebut. Simak yuk :
1. Arsik Nurung Mas

Masakan ini membutuhkan waktu hingga berjam-jam untuk membuatnya. Hal tersebut bertujuan agar bumbu dapat meresap dengan sempurna ke dalam ikan. Untuk jenis ikan yang digunakan yaitu ikan mas. Namun dapat juga diganti dengan ikan lain sesuai selera. Rasa dari masakan ini yaitu asin, asam dan juga pedas. Nikmat disajikan dengan sayuran pelengkap dan juga nasi hangat.
2. Babi Panggang Karo

Kalau yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Saking populernya, makanan ini dijual di beberapa restoran khas karo yang tersebar di Indonesia. Babi panggang karo biasanya disajikan dengan makanan pelengkap seperti sup daging babi, daun ubi tumbuk yang dicampur dengan parutan kelapa, darah babi yang sudah diolah, sambal, kidukidu dan nasi putih hangat.
Makanan ini menjadi ikon Kabupaten Karo. Belum lengkap rasanya mengunjungi Tanah Karo kalau belum menyicipi masakan khas satu ini.
3. Terites

Terites merupakan makanan Khas Karo yang sangat unik. Dijamin tidak akan ditemukan di daerah lainnya. Makanan ini terbuat dari rumput-rumputan yang ada di dalam usus sapi, kerbau atau kambing.
Jangan regu, rumput ini bukan yang berasal dari usus besar sapi, bukanlah rumput darinusus terakhir. Melainkan rumput yang berasal dari kantung penyimpanan makanan sapi. Rumput tersebut hasil dari mamahan mulut sapi yang sudah ditelan lalu akan dimamah kembali. Rumput tersebut kemudian dimasak bersama bumbu-bumbu dan jeroan sapi lainnya.
Walaupun terdengar menjijikkan namun rasanya sangat lezat dan juga memiliki khasiat untuk mengobati sakit perut. Masakan Khas Karo ini hanya ditemukan pada saat perayaan adat atau acara-acara besar saja.
4. Gule KutaKuta

Bahasa Indonesia dari gule kutakuta yaitu gulai ayam kampung. Secara tampilan dan bumbu utama tidak berbeda dengan gulai pada umumnya. Namun ada satu bahan yang menarik di dalam gulai ini, yaitu asam cekala dan juga buang kecombrang.
Penambahan bahan ini membuat aroma gule kutakuta semakin sedap. Selain itu didalamnya juga terdapat potongan kentang. Namun ini tidak wajib, dapat ditambahkan sesuai selera saja. Masakan ini sering ditemui pada saat upacara adat.
5. Manuk Getah

Makanan khas karo ini juga terbuat dari daging ayam kampung. Makanan ini merupakan makanan berkuah yang menggunakan bumbu khas Karo. Namun uniknya, kuah tersebut berbahan dasar darah ayam.
Para wisatawan menggolongkan makanan ini kedalam kuliner ekstrim. Bagi kalian yang penasaran dan merasa tertantang untuk mencicipinya, bisa menemukan masakan ini di beberapa rumah makan yang tersebar di Medan.
6. Kidukidu

Makanan satu ini juga termasuk dalam makanan ekstrim khas Karo. Kidukidu terbuat dari ulat sagu. Ulat sagu yang digunakan yaitu yang berasal dari bagian dalam pohon aren yang sudah mati. Sebenarnya ulat sagu merupakan larva dari kumbang berkepala merah.
Cara memasak kidukidu yaitu dengan membersihkan ulat sagu kemudian menggorengnya. Lalu setelah matang dan garing, ulat sagu dicampurkan dengan kuah yang mengandung rempah- rempah. Rempah-rempah yang digunakan yaitu kunyit, kemiri, bawang putih, bawang merah, kecombrang, dan andaliman.
Walaupun terdengar geli, namun makanan ini terasa lezat dan kaya manfaat. Ulat sagu dipercaya dapat menambah stamina. Karena ulat sagu mengandung asam amino dan kandungan karbohidrat yang tinggi.
7. Cimpa Unungunung

Merupakan makanan Khas Karo yang akan Anda temui di setiap perjamuan dan pesta yang diadakan oleh Suku Karo. Makanan yang satu ini sangat unik, karena merupakan makanan peninggalan turun temurun yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh penduduk Karo.
Makanan ini terbuat dari adonan beras ketan yang kemudian diisi dengan campuran antara kelapa parut dan gula aren atau gula merah. Setelah dibentuk kecil-kecil, adonan Cimpa Unungunung ini kemudian dibungkus dengan Daun Singkut atau biasa disebut sebagai Daun Pisang di daerah Jawa.
Karena campuran bahannya, Cimpa Unungunung memiliki rasa manis yang khas. Karena begitu terkenalnya makanan ini, penduduk Karo hampir selalu akan mencari makanan ini di setiap acara Suku Karo yang diadakan besar-besaran.
Bagi mereka, acara besar tanpa Cimpa Unungunung seperti ada yang kurang. Oleh karena itu, untuk Anda yang mencari makanan Khas Karo, Cimpa Unungunung wajib masuk ke dalam daftar kuliner pertama Anda.
8. Cincang Bohan

Makanan yang satu ini biasanya disajikan bersama dengan nasi dan ikan teri di dalam acara Suku Karo yang bernuansa gembira, sebagai hidangan makan utama mereka. Terdiri dari campuran daging dan sayur, cita rasa dari Cincang Bohan terkenal sangat enak.
Cincang Bohan ini mencampurkan beberapa sayuran yang unik, seperti daun ubi, jantung pisang, rimbang, inti batang pisang, daun bawang, tomat, kencung, kemiri, kelapa, dan asam cikala. Sayuran tersebut kemudian dicampurkan dengan daging, biasanya bisa daging sapi atau daging ayam.
Setelah dicampur merata, Cincang Bohan kemudian dimasukan ke dalam ruas-ruas bambu yang telah dipotong-potong. Lalu, ruas bambu tersebut diletakan di dekat api untuk dibakar hingga masak, namun tidak langsung mengenai api. Proses pembuatan Cincang Bohan yang menarik ini, membuat banyak orang penasaran untuk mencicipinya.
9. Tasak Telu

Tasak telu memiliki arti tiga masakan. Bukan berarti makanan khas ini terdiri dari 3 masakan yang berbda, namun ada tiga elemen masakan dalam 1 hidangan. Elemen yang pertama ayam dan juga jeroannya yang direbus dengan mencampur berbagai macam bumbu.
Kemudian ayam tersebut dipotong-potong lalu disajikan. Jika ingin memperkaya rasa, ayam dan jeroan tersebut dapat dimasak kembali nenggunakan darah ayam. Elemen kedua yaitu, air rebusan ayam yang tadi dimasak kembali bersama dengan tulang-tulang ayam. Lalu tambahkan cipera dan bumbu – bumbu lannya. Masak hingga matang dan kental.
Nantinya kuah ini akan disiramkan diatas rebusan ayam ketika dihidangkan. Elemen yang ketiga yaitu cincangan sayur. Sayur yang digunakan dapat disesuaikan dengan selera. Sayur-sayur tersebut kemudian dicampurkan dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui. Hasilnya mirip dengan urap.
10. Pagitpagit

Masakan ini mirip dengan terites. Bahan utamanya yaitu rumput yang ada di lambung sapi. Setelah rumput dikeluarkan dari lambung sapi, rumput tersebut diperas hingga beberapa kali. Kemudian air perasannya dimasak untuk dijadikan kaldu.
Agar rumput tidak berbau amis maka dimasak bersama kulit pohon cingkam, susu segar, serai, jahe, asam dan daun jeruk. Kemudian bagian perut sapi atau babat dan sumsum tulang sapi juga dimasak dan disajikan sebagai pelengkap hidangan ini.
Cukup beragam bukan makanan Khas Karo yang menjadi incaran wisatawan. Bagi kalian yang berencana mengunjungi tanah Karo jangan lupa untuk menyicipi makanan Khas Karo ya.
