Tobaria – Tanggal 1 Oktober 2026 mendatang akan menjadi momentum bersejarah bagi dunia perkopian Indonesia. Bertepatan dengan International Coffee Day yang kini resmi diakui PBB, perhelatan Festival Kopi Danau Toba ke-3 akan resmi dibuka.

Bukan di tengah hiruk-pikuk kota, melainkan di Desa Banuarea, sebuah desa di ujung Kabupaten Humbang Hasundutan yang masih didekap oleh keasrian hutan rimba. Dari tengah hutan, peserta juga akan diajak berlayar untuk menikmati kopi dke tengah Danau Toba.


Festival ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan sebuah pernyataan ambisius untuk menancapkan tonggak Danau Toba sebagai destinasi wisata kopi terbesar di dunia.

Indonesia tercatat sebagai pemilik kedai kopi terbanyak di dunia dengan menghadirkan lebih dari 460.000 kedai kop jauh melampaui negara lainnya.

Indonesia juga memiliki setidaknya 68 Kopi Indikasi Geografis (IG) yang terdaftar, termasuk jenis Arabika, Robusta, dan Excelsa, yang menandakan produk tersebut memiliki reputasi, kualitas, dan karakteristik khusus berdasarkan daerah asalnya. 7 dari IG tersebut berasal dari Danau Toba yg juga berdekatan dengan 2 IG kopi lainnya yaitu Mandailing dan Sipirok.

Kopi yang Menyatukan Nusantara dan Dunia

Kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark telah lama menjadi pemain kunci dalam rantai kopi global. Kehadiran Pusat Riset Kopi Starbucks di kawasan ini, yang produknya kini dapat dijumpai di bandara-bandara internasional seluruh dunia, menjadi bukti nyata kualitasnya.

Dengan visi “Menghadirkan Kenikmatan Kopi untuk Dunia”, festival ini juga merayakan keberagaman. Mesipun fokus pada kekayaan lokal—di mana 7 dari 8 kabupaten di kawasan Danau Toba telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG)—panitia akan menghadirkan cita rasa kopi dari seluruh penjuru Nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, bahkan kopi mancanegara.

Semangat Kolaboratif: Kekuatan Berkoperasi
Kesuksesan festival ini bertumpu pada satu prinsip utama: Bekerja Bersama. Hal ini tercermin dari kolaborasi lintas lembaga antara Koperasi Geopark Danau Toba dengan Lembaga-lembaga Pemerintah, BUMN, dan SWASTA

“Ada cerita yang tumbuh di sela pepohonan hutan Banuarea, dan ada doa petani yang mengendap di dasar cangkir Anda.”

Kami mengundang seluruh penikmat aroma dan pencinta budaya untuk hadir dalam perjumpaan agung ini. Mari bersulang bagi tanah yang subur, bagi tangan yang memetik dengan tulus, dan bagi kebersamaan yang terjalin dalam hangatnya seduhan kopi.


Siapkan diri Anda untuk menyaksikan bagaimana tradisi lama dan kualitas dunia melebur dalam satu festival spektakuler di tepi kaldera purba.

Sampai jumpa di Festival Kopi Danau Toba 2026 menyemarakkan Internasional Coffee Day 1 Oktober 2026.

Sumber: Berliana Purba (Ketua Koperasi Geopark Danau Toba.)