Tobaria – Kesenian setiap suku memiliki ciri khasnya masing-masing, contohnya saja Gorga. Gorga merupakan seni ukir dan pahat berbagai bentuk dan setiap bentuknya memiliki arti filosofi khas suku bataknya masing-masing.
Pusat keseniannya ada di tengah-tengah pulau dengan keindahan luar biasa, Samosir namanya. Di sana terdapat desa dengan rumah balon khas batak yang besar dan digunakan untuk menyimpan benda-benda milik leluhur.
Di sana juga tersimpan pesan serta pelajaran hidup dari para nenek moyang suku Batak yang tersirat pada beberapa bentuk keseniannya. Salah satunya adalah Gorga, hiasan dinding penuh filosofi.
Seni dan Motif Gorga yang Memiliki Banyak Filosofi
Gorga merupakan seni khas masyarakat Batak Toba yang dibuat dengan cara dipahat dan dilukis. Media dari pahatannya ada banyak sekali, contohnya asbak, rumah. Pustaha, peti mati, dan masih banyak lainnya.
Namun, pahatan-pahatannya dinilai mulai luntur karena tergeser oleh waktu dan motif lain yang lebih modern. Untuk itu, kami berikan penjelasan mengenai motif yang biasa digunakan ketika memahat sebuah Gorga.
1. Ipon-Ipon Gorga

Biasa di sebut seni hias tepi berbentuk gigi, meskipun pada praktiknya tidak semua yang berada pada tepian memiliki bentuk tersebut. Bentuk geometris dari gigi ipon-ipon terlihat seperti segitiga sama kaki.
Bentuknya menggambarkan hubungan alamiah antar manusia, bukan hanya itu, tapi juga memiliki makna sebagai simbol kemajuan. Karakter dari pewarnaannya sendiri adalah merah, putih, dan hitam.
2. Motif Boras Pati

Boras pati merupakan makhluk sejenis kadal atau cicak dalam ukuran besar, bisa juga disamakan dengan tokek. Jika motif Boras Pati muncul, ini mengartikan kemakmuran dan akan terjadi kelimpahan saat panen.
Biasanya motif ini akan muncul dibarengi dengan gambar atau simbol payudara. Dengan begitu, maknanya akan semakin kuat yakni kesuburan bagi manusia karena terjadi kelimpahan saat panen.
3. Motif Simata ni ari

Memiliki arti kata yakni matahari, gorga jenis ini mengadopsi bentuk matahari untuk diwujudkan dalam bentuk geometris. Bentuk-bentuknya menjadi empat bulatan, bujur sangkar, serta jajar genjang.
Filosofi dari motifnya adalah kesuksesan ataupun kemajuan, jadi ketika muncul simata ni ari, Anda akan merasa hidup lebih terang. Pewarnaan karakternya hanya sebatas merah, putih, dan hitam.
4. Desa Nu Ualu

Memiliki arti gambar delapan arah mata angin, motifnya belum tergolong ke ikon karena bentuknya tidak jelas. Meskipun motifnya tidak jelas, tapi tetap memiliki filosofi dalam yakni memberikan ilmu kepada manusia.
Bentuk arah mata anginnya juga dianggap sebagai ilmu perbintangan oleh masyarakat yang digunakan saat radiator peramalan diaktifkan. Secara konotatifnya memiliki sudut pandang yakni upaya inkulturasi mengenai keadaan sosial.
5. Gorga Motif Sitagan

Memiliki bentuk kotak kecil di mana biasanya dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan daun sirih, rokok, maupun benda lain. Kotak tersebut digolongkan sebagai ikon karena memiliki sisi jelas.

Biasanya kotak tersebut dibuat dengan warna emas atau perak dan pada penggambarannya dipadukan tali yang saling mengait. Memiliki arti penting yakni memperdulikan, menolong, sopan santun kepada seluruh manusia.
6. Motif Singa-Singa

Singa pada motif gorga memiliki karisma sangat berwibawa. Namun, bentuk singa di sini tidak terlihat seperti hewan, melainkan seorang manusia berkepala besar yang sedang dalam posisi duduk.
Namun, sebagian orang kurang jeli sehingga tidak melihatnya sebagai singa, ditambah lagi ukuran kaki kecil. Ikon ini memiliki filosofi sebagai kebenaran serta keadilan hukum bagi masyarakat Batak.
Masyarakat dan pemerintah harusnya sadar bahwa pentingnya gorga bagi negara Indonesia khususnya Batak. Salah satu bentuk pelestarian gorga adalah menggunakannya sebagai motif pakaian seperti layaknya baju batik. (*)
