Tobaria – Jika berkunjung ke Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, tak ada salahnya mencoba mencicipi kuliner yang sangat khas, yakni daging kuda.
Daging kuda ini biasanya dihidangkan dengan direndang. Proses memasaknya juga terbilang cukup lama. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan cita rasa yang tinggi dan khas.
Selain itu juga bermaksud agar daging lebih empuk dan enak untuk disantap. Untuk bisa menikmati daging kuda, Anda cukup merogoh kocek Rp35.000 satu porsinya. Penikmat kuliner ini juga sudah disuguhi dengan sup daging kuda.
Sebagai informasi, daging kuda ini sudah lulus dan layak konsumsi bagi umat muslim. Semua daging kuda yang bakal di jual di pasar terlebih dahulu dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH).

Mulanya, masyarakat Dolok Panggul beternak kuda sebagai sarana tranportasi dan sebagai tenaga bantu di ladang pertanian. Hingga akhirnya diketahui bahwa daging kuda sangat empuk, lembut dan manis.
Kuda-kuda yang dijadikan konsumsi masyarakat merupakan hewan ternak yang sudah cukup berumur atau masuk dalam kategori tua.
Selama periode (1850-1980) penjual daging kuda berjumlah 20 orang namun setelah 1980 jumlah penjual daging kuda setiap tahunnya berkurang sehingga sampai sekarang hanya satu orang.
Pasokan kuda di Dolok Sanggul sekarang ini didapat dari luar daerah Doloksanggul, seperti Brastagi, Aceh, Magelang, dan Sumatera Barat. (*)
