Tobaria – Saat berkunjung ke Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatra Utara, jangan lupa untuk membawa pulang salah satu komoditi utama daerah itu, yaitu teh Gambir. Minuman herbal itu sudah terkenal khasiatnya bahkan hingga Cina, Jepang dan India.

Dilansir dari jamudigital, daun gambir ternyata memiliki sifat antioksidan yang disebabkan senyawa polifenol seperti tanin, katekin, dna gambirin. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan proses degeneratif penuaan.

Selain itu antioksidan juga dapat menghambat dan menangkap radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh, sehingga mencegah timbulnya penyakit infeksi dan generatif.

Teh gambir yang dikonsumsi secara rutin memeberikan banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Diantaranya dapat menambah imun, memperlancar pencernaan, menghambat penuaan dini dan juga bisa mengobati keluhan seperti maag serta diare. Sehingga teh herbal ini sangat efektif untuk dikonsumsi setiap hari.

Daun gambir yang paling baik untuk diolah menjadi teh adalah daun yang berwarna hijau tua. Cara pembuatannya harus melalui dua tahapan, yakni pengolahan daun gambir menjadi daun gambir kering dan pembuatan teh dari daun gambir kering.

Daun gambir yang sudah dipanen harus dirajang lebih dahulu lalu direndam dalam air dingin kurang lebih 120 menit dan ditiriskan.

Selanjutnya daun dikeringkan dengan cara dijemur atau menggunakan oven dengan suhu 40 derajat celsius. Daun gambir yang sudah kering kemudian diproses menjadi teh celup.

Daun gambir kering digiling kasar, lalu dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan ditaburi bunga melati agar wangi. Setelah didiamkan semalam, bunga melati yang telah layu kemudian diambil dan dikeringkan kemudian dicampurkan kembali ke dalam serbuk daun teh gambir.

Selanjutnya daun teh dan bunga melati pun dikemas dalam kantung kertas teh.