Awalnya kegiatan mamulos dilakukan Imelda Siregar sebagai usaha sampingan. Mayoritas mata pencaharian masyarakat di tempat tinggalnya di Desa Ompu Raja Hutapea Timur – Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba yaitu bertani.
Imelda memanfaatkan waktu saat musim bertanam padi usai atau setelah panen, untuk mamulos. Ia juga dibantu oleh anak-anaknya mamulos rambu-rambu ulos.
Ulos merupakan kain tradisional Suku Batak, yang tercatat sebagai warisan budaya tak benda dari Provinsi Sumatera Utara. Pekerjaan memilin ulos ini sudah digeluti Imelda sejak tahun 2017 lalu.
Kemudian dia mulai mempelajari tahapan lain untuk memperindah sehelai kain ulos, yaitu manirat. Manirat adalah benang yang ditenun dengan cara diselang-selingi dengan hitungan tertentu untuk membentuk motif.
Padatnya permintaan mamulos mulai membuat Imelda kewalahan. Lalu dia mulai membagikan pekerjaan mamulos kepada pekerja yang lain, dia dan anak-anaknya saat ini menekuni aktivitas manirat.
Ketekunan pastinya membuahkan hasil. Dua tahun terakhir, bagi keluarga Imelda manirat bukan lagi sebagai pekerjaan sampingan tetapi sudah menjadi pekerjaan utama.

Pekerjaan mamulos rambu-rambu ulos telah diserahkan kepada hampir 50 orang pekerja, yang masing-masing berasal dari beberapa desa di Kecamatan Laguboti, Kecamatan Silaen dan Kecamatan Sigumpar.
Menurut dia, penghasilan dari mamulos dan manirat ulos ini bisa untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, juga berbagai kebutuhan sekunder lainnya.
Imelda mengatakan, “Saya senang dengan pekerjaan kami saat ini. Saya dan anak-anak sudah fokus manirat dan untuk mamulos sudah ada teman-teman lain yang terhubung dengan saya. Tidak ada waktu yang sia-sia, karena mamulos dan manirat ini telah menjadi mata pencaharian bagi kami para ibu, anak-anak dan remaja perempuan di sekitar saya juga beberapa desa lainnya,” ucapnya.
Pembuatan sehelai ulos tradisional butuh waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung jenis ulos yang ditenun. Pada sehelai kain ulos, di bagian ujung kiri dan ujung kanan ulos, terdapat rambu-rambu ulos. Kedua rambu-rambu ulos ini nantinya akan dipulos.

Dipulos atau mamulos berasal dari kata pulos, atau dalam Bahasa Indonesia artinya dipilin. Proses memilin rambu-rambu ulos ini tidaklah sulit, hanya membutuhkan lem kanji sebagai perekat dua bagian rambu-rambu ulos yang akan dipilin.
Masing-masing jenis ulos memiliki ukuran pilinan rambu-rambu ulos yang berbeda. Contohnya jenis ulos selendang, memiliki pilinan rambu-rambu yang berukuran halus.
Sedangkan untuk ulos lainnya, pilinannya berukuran sedang. Para pengrajin pemilin rambu-rambu ulos sudah hafal dengan perbedaan-perbedaan ukuran pilinan tersebut.
Selain menghasilkan uang, aktivitas mamulos dan manirat ini juga memunculkan dampak yang baik dimasyarakat. Anak-anak yang tadinya sibuk, sudah turut membantu orangtuanya disela-sela jam belajar. (*)
