Danau Toba adalah salah satu destinasi wisata kebanggaan Provinsi Sumatera Utara. Delapan kabupaten kota yang mengelilingi Danau Toba, terdiri dari daratan subur yang ditumbuhi aneka tanaman keras dan holtikultura.
Danau Toba sendiri sudah terkenal karena keindahannya, proses geologinya juga sebagai habitat berbagai jenis ikan air tawar.
Penduduk yang bermukim di pesisir Danau Toba, mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Pekerjaan ini telah digeluti secara turun-temurun, dan biasanya akan diwariskan kepada anggota keluarganya baik laki-laki atau perempuan.
Nelayan tradisional ini mencari ikan dengan menggunakan peralatan sederhana, yaitu sampan dan dayung yang terbuat dari kayu dengan menggunakan jala atau perangkap ikan. Pekerjaan ini tidak dilakukan penuh waktu, namun berjadwal yaitu pagi dan jelang sore hari.
Pagi harinya para nelayan ini akan menarik perangkap ikan yang disebar di beberapa tempat ke atas permukaan air, untuk mengumpulkan ikan hasil tangkapan.
Aktivitas tersebut akan kembali dilakukan sore harinya. Ikan hasil tangkapan sore hari akan dikumpulkan bersama ikan hasil tangkapan di pagi hari. Lalu ikan tersebut dijual kepada agen penampung ikan atau konsumen.
Lain lubuk lain ikannya, istilah ini berlaku di masing-masing daerah, demikian juga di Kawasan Danau Toba. Metode menangkap ikan berbeda-beda, ada menebar perangkap, ada juga menjala dengan istilah lokal disebut mardoton dan berbagai cara menangkap ikan lainnya.
Jenis-jenis ikan hasil tangkapan di Danau Toba, yaitu ikan mas, ikan mujahir, lobster dan beberapa jenis ikan lainnya. Bahkan beberapa waktu lalu, seorang nelayan asal Kabupaten Samosir menemukan ikan patin seberat 16 kg tersangkut dalam jalanya. Kalau melihat luas dan dalamnya Danau Toba, rasanya tidak aneh saja jika ditemukan ikan-ikan berukuran besar.
Hal ini tentu menjadi tantangan bagi para nelayan agar selektif dengan hasil tangkapannya, mengambil ikan yang sudah layak dipanen dan melepaskan ikan-ikan yang belum waktunya untuk dipanen.
Para nelayan juga diharapkan, menangkap ikan dengan cara yang baik dan benar. Hal ini tentu sangat berpengaruh bagi kelestarian habitat atau ekosistem perairan Danau Toba. (*)
