“Tabo do dekke naniura
Masak so pola ni loppa
Ai tung tabo do dengke naniura
Dekkeni Toba Holbung partobi tao i.”
Menyimak lirik lagu di atas, bisakah anda membayangkan ikan matang tanpa dimasak ? Oh iya, lirik lagu di atas merupakan penggalan dari lagu tabo do dekke naniura. Lagu ini menceritakan tentang kelezatan kuliner khas batak yaitu dekke naniura.
Kelezatan cita rasa dekke naniura telah mengilhami seorang penyair lagu, untuk menciptakan lagu bertajuk permohonan kepada orangtuanya. Agar dia direstui menikahi perempuan yang berasal dari pesisir Danau Toba. Dengan cara ini sang penyair seolah membayangkan, dia bisa mengecap nikmatnya dekke naniura kapan saja.
Tentang dekke naniura, kuliner ini hampir sama dengan olahan sashimi. Sashimi adalah kuliner Khas Jepang, berupa makanan laut, irisan daging, kembang tahu dengan kesegaran prima, yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin, parutan jahe, dan wasabi.
Sedangkan dekke naniura terbuat dari ikan segar yang matang tanpa dimasak dengan api. Tetapi proses memasak ikan hanya direndam dengan asam khusus. Asam tersebut merupakan tanaman endemik yang hanya tumbuh di Kawasan Danau Toba. Asam dalam Bahasa Batak disebut utte, jadi nama asamnya adalah asam jungga atau utte jungga.

Dekke naniura merupakan kuliner Khas Tanah Batak, resep turun-temurun dari leluhur Orang Batak yang tinggal di pesisir Danau Toba. Dahulu ikan batak atau disebut ihan merupakan bahan dasar pembuatan dekke naniura, sebagai pilihan ikan lainnya, kita bisa memilih ikan mas, ikan nila, ikan mujahir dan jenis ikan lainnya.
Dekke naniura dulu disajikan hanya pada saat-saat istimewa saja. Dekke naniura dijadikan sebagai makanan istimewa yang dihidangkan khusus menjamu para raja. Dan pada upacara-upacara adat di Tanah Batak. Bahkan, hanya orang tertentu yang dipercayakan para raja untuk membuat dekke naniura.
Tampilan dekke naniura pada awalnya haruslah utuh dari kepala hingga ekor. Proses memotong ikan hanya dengan dibelah tengah tanpa putus. Sehingga saat penyajian, bentuk ikan ini sangat menarik karena diletakkan melebar di dalam piring lebar. Ditambah warna menarik olahan bumbu yang super sedap yang terbuat dari bumbu-bumbu segar.
Kini dekke naniura bisa dinikmati sebagai lauk harian yang bisa kita temukan di berbagai rumah makan Khas Batak. Disini kita bisa membeli naniura secara potongan atau secukupnya untuk kita konsumsi.

Teman-teman yang mau mencoba membuat olahan dekke naniura, disini Tobaria akan membagikan bahan-bahan dan bagaimana cara membuat menu dekke naniura.
Bahan-bahan :
2 kg ikan mas
20 butir cabe campur
1,5 sdm ketumbar
1/2 sdm garam
5 batang kunyit ukuran sedang
20 siung bawang merah
10 siung bawang putih
3 sdm andaliman
200 gr kacang tanah
2 ikat bawang batak/lokio
8 buah asam jungga/utte jungga
3 ikat rias/batang kecombrang muda
Cara memasak :
1. Bersihkan ikan mas, dan buang sisiknya, kemudian belah 2 ikan mas tanpa terputus. Buang insangnya lalu ikan mas dicuci bersih dan ditiriskan.
2. Belah 2 seluruh utte jungganya, lalu peras airnya dan siramkan ke seluruh daging ikan mas. Untuk mempermudah proses pematangan ikan, daging ikan boleh dicucuk garpu agar resapan asam jungga menyesap merata.
3. Kemudian diamkan ikan dalam rendaman air perasan utte jungga selama 2 jam.
4. Sangrai semua bahan-bahan bumbu kecuali rias/batang kecombrang muda, cabe rawit, kunyit, garam dan andaliman.
5. Ulek hingga halus kunyit, cabe rawit, dan andaliman, dan bumbu-bumbu lainnya yang sudah disangrai, lalu tambahkan garam.
6. Lalu rias/batang kecombrang muda direbus sampai empuk dan kemudian diulek.
7. Campurkan semua bumbu-bumbu yang sudah diulek tadi sampai merata.
8. Setelah 2 jam, tiriskan ikan mas dari air asam lalu balurkan dengan semua bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan.
9. Tata ikan dalam piring lebar dan silahkan dihiasi sesuai selera.
10. Menu dekke naniura siap disajikan, nikmat disantap dengan nasi atau hanya lauk saja.
Penasaran mau membuat olahan dekke naniura ? Nah, teman-teman boleh mencoba resep di atas. Akhir kata, kami ucapkan happy cooking ya teman-teman. *Jmh
