Pemerintah Republik Indonesia telah melaksanakan Vaksinasi Covid-19 perdana di Indonesia, pada Rabu (13/01/2021) lalu di Istana Merdeka-Jakarta. Dan Presiden RI Joko Widodo telah menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin tersebut. Selanjutnya, hal tersebut telah dilaksanakan dibeberapa daerah di Indonesia salah satunya di Kabupaten Toba.
Upaya percepatan pelayanan Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dengan sasaran Kepala Daerah, Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat telah dilaksanakan hari ini di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pemkab Toba. Vaksinasi Covid-19 diberikan kepada 10 perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Perwakilan dari Mahasiswa, Jumat (5/2/2021). Tampak hadir Bupati Kabupaten Toba Darwin Siagian, Sekda Kabupaten Toba Audy Murphy Sitorus, Perwakilan dari BPOM, Perwakilan dari BPJS dan beberapa perwakilan lainnya.
Pada kesempatan ini, Asisten 1 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Harapan Napitupulu menjelaskan secara rinci tentang manfaat Vaksin Sinovac. Dan terlihat antusiasme dari para perwakilan yang hadir atas launcing Vaksinasi Covid-19 perdana diadakan di Kabupaten Toba.
Dari ke 10 calon penerima vaksin perdana Covid-19 ini, hanya 4 orang saja yang sesuai dengan prosedur kesehatan dan telah menerima suntikan vaksin. Sedangkan kepada 6 orang lainnya pemberian vaksi ditunda karena 1 orang tidak hadir dan 5 orang lainnya ditunda dikarenakan kondisi fisik yang sedang tidak fit.
Ke empatnya yang telah menerima Vaksin Sinovac adalah Jhony Andries perwakilan dari Polri, Kaminton Napitupulu perwakilan dari TNI, Lestari Taruly Sirait perwakilan dari Mahasiswa dan Chandrow Manurung perwakilan dari DPRD. Usai penerimaan vaksinasi perdana ini, keempatnya diberikan kartu vaksinasi dan akan mengikuti vaksinasi ke dua pada Jumat (19/2/2021).


Jhony Andries adalah perwakilan dari Polri yang telah menerima suntikan Vaksin Sinovac. Dia mengatakan, “Sebelum di suntik vaksin, ada 16 pertanyaan yang harus saya jawab. Pertanyaan ini tentang riwayat penyakit saat ini dan dimasa yang lalu. Saya bersyukur saya sehat dan sudah disuntik vaksin, rasa sakit saat divaksin sama seperti digigit semut. Tadi dianjurkan istirahat 30 menit setelah disuntik dan sampai saat ini saya merasa baik-baik saja. Jadi masyarakat tidak usah takut divaksin, ini demi kebaikan masyarakat dan negara kita,” imbuhnya.
Sejumlah 16 pertanyaan yang disampaikan kepada calon penerima vaksin, yang keseluruhannya memastikan kondisi tubuh penerima Vaksi Sinovac dalam keadaan sehat. Dan 5 di antara penerima vaksin yang ditunda, mengalami gangguan tenggorokan dan sedang mengkonsumsi obat dan juga tekanan darah yang tidak normal. Mereka dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan boleh menerima vaksin kemudian di Puskesmas terdekat ke tempat tinggalnya.
Robinson Sitorus merupakan salah satu dari calon penerima vaksin yang ditunda. Menurutnya, dia tidak perlu kecewa karena tidak bisa menerima suntikan vaksin Covid-19 kali ini. Karena dia memang benar sedang mengalami gangguan tenggorokan atau batuk dan sedang mengkonsumsi obat batuk. Dokter menganjurkan dia untuk menjaga kesehatannya dan setelah sehat, boleh menerima suntikan vaksin di puskesmas terdekat.
Tridarma Putra Simanjuntak sebagai Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Toba mengatakan, bahwa vaksinasi Covid-19 tahap 1 akan diterima oleh Tenaga Kesehatan, Kepolisian, Guru, TNI dan lain sebagainya. Selanjutnya vaksinasi kepada masyarakat, direncanakan akan diadakan pada Bulan April mendatang.
Dan dia juga menghimbau, dengan diadakannya vaksinasi Covid-19 ini, masyarakat harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu melaksanakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.
Sekalipun vaksinasi Covid-19 adalah upaya penting untuk untuk memutus rantai penularan Corona Virus dan diharapkan bisa memberikan perlindungan kesehatan kepada setiap orang yang sudah divaksin, demi keselamatan dan keamanan rakyat Indonesia. Masyarakat Kabupaten Toba tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. *jmh

Jangan takut untuk divaksin… efek sampingnya hanya efek yang ringan saja