Keterpurukan perekonomian akibat Pandemi Covid-19 sangat berdampak kepada para pelaku ekonomi kreatif, salah satunya adalah pelaku industri kuliner. Banyak pelaku industri kuliner yang bisnisnya serasa hidup segan mati tak mau, banyak  yang mempertahankan usahanya namun tidak sedikit  yang telah menutup usahanya.

Masak Bersama Bersama Master atau “Masamo” merupakan salah satu program  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), untuk memfasilitasi pengembangan usaha kreatif di bidang kuliner. Hal ini diharapkan bisa sebagai stimulan bagi para pelaku industri kuliner, untuk kembali bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Direktorat Fesyen, Desain dan Kuliner dan Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali mengadakan kegiatan Masamo Batch 1 dan Manajemen Usaha Kreatif Kuliner untuk wilayah Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara.

Program belajar memasak ini  berlangsung secara offline, Rabu dan Kamis, 03 – 04 februari 2021 di Labersa Toba Hotel & Convention Centre. Yang diikuti 25 peserta yang merupakan pelaku industri kuliner di Kabupaten Toba, program ini disambut antusias oleh para pelaku industri kuliner dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat pelaku ekonomi kreatif khususnya subsektor kuliner dalam mengembangkan usaha dan produk dimasa Pandemi Covid-19 di jelang new normal.

Peserta Program Masamo Batch 1 Danau Toba/ist

Hadir membuka acara Program Masamo Batch 1 Danau Toba, Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Toba Jon Piter Silalahi. Dalam kata sambutannya, Jon Piter berharap, agar para pelaku industri kuliner Kabupaten Toba, serius memanfaatkan moment belajar memasak ini. Karena menurutnya, pelaku industri kuliner di Kabupaten Toba masih perlu banyak belajar untuk menghasilkan karya kuliner yang bisa menarik minat para pengunjung yang datang ke Danau Toba, baik dari jenis penyajian hingga pengemasan.

Hadir dari Kemenparekraf, Direktur Industri Kreatif Fesyen, Desain dan Kuliner Erwita Dianti dan Koordinator Bidang Kuliner Ni Nyoman Lateri. Dalam kata sambutannya Erwita Dianti mengharapkan para pelaku industri kuliner yang mengikuti program Masamo Batch 1 Danau Toba ini tidak sekedar hadir. Karena peserta kali ini akan di evaluasi keseriusannya mengelola usahanya dalam beberapa bulan ke depan.

Erwita Dianti mengatakan, “Akan ada beberapa hal yang diakurasi dari setiap peserta agar bisa mengikuti program lanjutan dari Kemenparekraf, terkait pengembangan usaha kedepannya. Karena ini penting, untuk mengangkat potensi sumber daya alam yg tersedia dan dimanfaatkan menjadi suatu produk khususnya kuliner, yang mendukung Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas. Contohnya memilihkan kemasan, mendesain merk dan hal-hal termasuk dalam fasilitas bedah kemasan kuliner yang diharapkan akan meningkatkan nilai jual dari produksi kuliner tersebut.”

Sebelum peserta melaksanakan praktek memasak, Tendi Nuralam menjelaskan materi tentang kuliner sebagai salah satu penunjang Ekonomi Pariwisata di Kabupaten Toba. Tendi juga menekankan keseriusan, agar para pelaku industru kuliner menunjukkan komitmennya untuk membangun kuliner di Kabupaten Toba.

Selanjutnya praktek memasak dipandu oleh narasumber Chef Norman Ismail. Kali ini Chef Norman memilih 2 menu sederhana yaitu Setup Nanas dan Teri Sambal Andaliman, yang menggunakan  hasil bumi Khas Toba, yaitu Nanas, Andaliman dan Asam Jungga sebagai bahan utama untuk menu pilihan tersebut.

Chef Norman Ismail, menunjukkan cara memasak yang baik kepada peserta Masak Bersama Master Batch 1 Danau Toba/jmh

Kedua menu tersebut bisa diproduksi secara rumahan, sekalipun tanpa bahan pengawet diyakini makanan akan awet karena pengemasannya melalui proses scanning atau sterilisasi. Dalam praktek memasak Chef Norman langsung berinteraksi dengan sesama peserta, dari mulai penggunaan alat masak, pemilihan bahan baku yang digunakan, cara memasak yang benar, proses scanning kemasan hingga pengemasan produk dalam wadah termasuk memberi stiker semenarik mungkin, yang diharapkan akan menarik minat pembelinya.

Chef Norman berinteraksi langsung dengan peserta Masamo/jmh

Chef Norman mengatakan, “Kabupaten Toba memiliki banyak jenis-jenis kuliner yang harus dikembangkan, para pegiat kuliner dituntut untuk kreatif menghasilkan jenis kuliner yang bisa diterima pasar. Program ini kita anggap sebagai stimulan, penyajian 2 menu sederhana tadi diharapkan bisa menginspirasi para pegiat kuliner untuk memilih menu yang sederhana, mudah proses memasaknya dan rasanya enak dan pastinya bisa dijual dimana saja. Jangan memilih menu yang ribet, cukup manfaatkan hasil bumi yang ada disekitar kita. Harapannya kedepannya, semoga akan ada produk sejenis Setuba Nanas dan Sambal Teman yang bisa menjadi produk andalan dan oleh-oleh Khas Danau Toba.”

Untuk mendukung praktek belajar memasak, para peserta difasilitasi peralatan memasak, bahan baku hingga kemasan produk dari hasil karya kuliner yang dihasilkan. Dan usai kegiatan peralatan ini kemudian menjadi milik peserta yang diharapkan bisa mendukung usaha para peserta sebagai pelaku industri kuliner.

Melalui kegiatan Masamo yang diinisasi oleh Kemenparekraf ini, pelaku industri kuliner diharapkan dapat kembali bangkit dan bersemangat dalam mengembangkan usaha dan produk kuliner di era new normal ini. Semoga pelaku industri kuliner Toba semakin bersemangat ya.