Pesona keindahan Danau Toba di kalangan para traveler lokal dan mancanegara sudah tidak diragukan lagi. Danau Toba yang terbentuk secara alami dan terbesar di Indonesia ini memiliki panorama alam yang mampu memikat wisatawan. Danau Toba yang luas dengan pebukitan berlapis-lapis mengelilinginya. Ada banyak spot terbaik bagi para traveler untuk menikmati keindahannya, ini dia beberapa puncak tertinggi di Kawasan Danau Toba, yang  menawarkan pemandangan alami nan eksotis.

Mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan alam yang tak pernah sepi peminat. Para pecinta alam tentunya pernah mendaki gunung minimal sekali dalam hidupnya. Kegiatan pendakian gunung ini sebenarnya memiliki banyak filosofi dan sensasinya hanya bisa dirasakan oleh seseorang yang pernah mendaki. Para traveler umumnya akan melakukan kembali pendakian setelah mengalami perjalanan pendakian.

Walaupun melelahkan, mencapai puncak gunung adalah tujuan dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang pendaki. Banyak hal yang tidak bisa dipahami, mengapa seorang pendaki suka mendaki gunung hingga berulang kali.

Ini dia 6 lokasi pendakian eksotis di Kawasan Danau Toba :

1. Gunung Pusuk Buhit di Kabupaten Samosir

Gunung Pusuk Buhit di Kabupaten Samosir/ist

Pusuk Buhit dianggap keramat oleh Suku Batak. Gunung ini berada di ketinggian 1.972 mdpl dan menawarkan pesona alam menakjubkan. Saat berada di puncak, traveler tak hanya dapat melihat Danau Toba tetapi juga hamparan Kota Pangururan. Pusuk Buhit adalah salah satu rangkaian gunung supervolcano Toba yang berada di Kecamatan Sianjurmulamula-Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Berada di puncak gunung ini, traveler dapat memandang hamparan luas Danau Toba yang melegenda juga perkampungan di Kota Pangururan. Dalam mitologi suku Batak, puncak tersebut diceritakan sebagai tempat asal mula suku Batak.

2. Gunung Sibayak di Kabupaten Karo

Gunung Sibayak di Kabupaten Karo/ist

Berada diketinggian 2.172 mdpl, trek pendakian menuju puncak melewati hutan belantara tropis dan tebing yang penuh tantangan. Di puncak gunung terdapat hamparan dataran tempat berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang masih aktif mengeluarkan magma dan pemandangan yang indah dan menawan.

Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian dari Desa Jaranguda 1,5 Km dari Desa Raja Berneh 15 Km. Lama pendakian diperkirakan lebih kurang 2 sampai dengan 3 jam. Puncak tertinggi Gunung Sibayak biasa disebut Takal Kuda. Ini merupakan bahasa Karo yang artinya Kepala Kuda.

3. Gunung Sibuatan

Gunung Sibuatan di Kabupaten Karo/ist

Gunung Sibuatan berada di ketinggian 2.457 mdpl dan mendapat predikat gunung tertinggi di Provinsi Sumatra Utara. Dalam bahasa Karo, destinasi yang berada dekat Danau Toba ini disebut Deleng Sibuaten. Gunung ini juga termasuk wilayah Kabupaten Dairi ini masih berada pada deretan Pegunungan Bukit Barisan. Harga tiket masuk Kawasan Gunung Sibuatan senilai Rp.10.000/orang, biaya parkir kendaraan bermotor roda 2 Rp.10.000/unit dan roda 4 Rp.40.000/unit. Dan waktu operasional setiap hari 24 jam.

Gunung Sibuatan masih sangat alami, bersih, dan lestari. Agar kealamiannya tetap terjaga, beberapa aturan ditetapkan dan pelanggarnya dikenakan sanksi maupun denda. Untuk menerapkan regulasi, dibuatlah posko penjaga yang bekerjasama dengan komunitas pecinta alam. Wisatawan yang akan memasuki kawasan wisata Gunung Sibuatan wajib melakukan registrasi terlebih dahulu di posko. Titik awal yang harus dilalui  berada di simpang Desa Naga Lingga. Selanjutnya, wisatawan akan diarahkan ke posko Pintu Rimba yang berjarak sekitar 1 kilometer. Durasi waktu pendakian dari pintu rimba ke puncak sekitar 7 hingga 8 jam. Gunung Sibuaten memiliki pemandangan eksotis dari beragam kondisi alam yang tersaji. Kondisi hutannya masih lebat dengan pepohonan dan fauna pada habitat alaminya. Dari kaki gunung, wisatawan dapat menikmati kemegahan lereng-lerengnya yang menjulang.

Terlebih saat para traveler berada di puncaknya, bisa menyaksikan dari sisi timur keindahan bentang Danau Toba dan pulau Samosir. Hutan hujan tropis alami sepanjang Bukit Barisan serta tanaman perdu menjadi panorama utama. Panorama kota Berastagi, gunung Sibayak dan gunung Barus terlihat di sisi utara. Sedangkan cakrawala Pantai Barat Sumatera yang memanjang dari Aceh sampai Sibolga nampak di selatan. Lalu sebelah barat, wisatawan dapat melihat Taman Nasional Gunung Leuser dan Kota Kabanjahe.

4. Delleng Simpon

Delleng Simpon di Kabupaten Pakpak Bharat/ist

Berada di ketinggian mencapai 2.457 mdpl, Gunung Sibuatan adalah gunung tertinggi di Provinsi Sumatra Utara. Delleng dalam Bahasa Pakpak artinya gunung. Delleng Simpon adalah puncak gunung tertinggi yang ada di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, tepatnya di desa Ulumerah kecamatan Sitellu Tali Urang Julu dengan jarak sekitar 19 km dari Kota Salak dan 10 km dari Desa Ulumerah. Delleng Simpon merupakan pembatas antara Kabupaten Pakpak Bharat dengan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Delleng Simpon memiliki daya tarik wisata alam yang indah. Tempat ini telah lama menjadi objek tujuan wisata lokal masyarakat setempat dan masyarakat dari luar daerah. Dari puncak kita dapat menyaksikan matahari terbit, memandang hamparan alam yang sangat indah. Dari puncak ini akan terlihat wilayah Aceh, Laut Singkil, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, bahkan Kabupaten Samosir.

5. Dolok Tolong

Dolok Tolong di Kabupaten Toba/ist

Dolok Tolong merupakan salah satu situs budaya di Kecamatan Tampahan-Kabupaten Toba. Dari ketinggian kurang lebih 1300 mdpl kita dapat menyaksikan keindahan Danau Toba dan hamparan daratan Kabupaten Toba. Pengunjung bisa menaiki sepeda motor dengan jarak tempuh sekitar 60 menit menuju puncak Dolok Tolong. Kondisi jalanan yang sempit, licin dan mendaki maka diharapkan agar pengunjung berhati-hati saat berkendara.

Selain situs Mual/Mata Air Raja Sisingamangaraja XII, di puncak gunung ini juga ada bangunan menara microwave untuk kebutuhan sistem satelit domestik milik Telkom. Namun saat ini menara tersebut tidak difungsikan lagi. Sekilas dari pantauan Tobaria, alangkah disayangkan keadaan Dolok Tolong yang jauh dari kesan diperhatikan. Sebagai salah satu situs budaya, sudah sewajarnya lokasi ini untuk diperhatikan dan dirawat kebersihannya. Berharap Pemerintah Kabupaten Toba dan masyarakat sekitar Dolok Tolong agar bersinergi untuk menjaga kelestarian alam Dolok Tolong beserta situs budaya didalamnya.

6. Dolok Batu Manumpak

Dolok Batu Manumpak di Kabupaten Toba/ist

Batu Manumpak, pesona yang terselip di pedalaman Kabupaten Toba. Kawasan Parsoburan dan sekitarnya dikelilingi banyak gunung dan bukit berlapis serta masih berhutan. Di antaranya, ada dua gunung yang sangat terkenal karena puncaknya lebih sering tertutup awan ketimbang diterpa sinar matahari.

Pertama, Dolok Surungan di ketinggian 1.360 mdpl di sebelah utara dan hutannya masih asri ditumbuhi berbagai vegetasi tropis dan aneka jenis hewan langka seperti harimau (Panthera tigris), rusa (Cervidae), orangutan (Pongo Tapanuliensis) dan tapir (Tapirus). Dan kawasan ini masuk kawasan suaka margasatwa yang dilindungi. Gunung yang kedua adalah Gunung Sihabuhabu di ketinggian 2.300 mdpl yang berdiri gagah di jajaran bukit dan gunung berlapis yang membentengi kawasan di sebelah timur hingga ke selatan. Gunung Sihabuhabu merupakan gunung tertinggi ketiga di Sumatera Utara.

Nah ini dia beberapa alasan mengapa banyak para pendaki seolah ketagihan mendaki gunung, setelah berhasil melakukan satu sesi pendakian :

1. Perjalanan mendaki gunung sama halnya dengan perjalanan hidup. Mendaki gunung bukanlah sekedar rasa untuk menaklukkan puncak, namun saat mendaki gunung kita tertantang untuk menaklukkan ego diri kita sendiri, mengenali kemampuan diri sendiri. Perjalanan mencapai puncak gunung merupakan sebuah dorongan untuk keluar dari zona nyaman. Pendaki harus meninggalkan rumah yang nyaman dan melawan kesulitan dalam perjalanan, menikmati keterbatasan.

2. Mendaki gunung membutuhkan niat dan mental yang kuat, kondisi fisik yang sehat dan persiapan matang termasuk menahan hawa nafsu. Hal ini menjadi tiket yang dapat memampukan seorang pendaki untuk mencapai tujuannya.

3. Dalam perjalanan mendaki, seorang pendaki akan merasakan bahwa dia bukanlah apa-apa di tengah alam luas. Para pendaki otomatis belajar menghargai kehidupan dari hal besar hingga hal kecil.

4. Rasa saling menghargai dan membutuhkan sesama pendaki akan terjalin. Sekalipun tidak saling kenal sebelumnya, jalur trek akan menjadi lintasan penyambung rasa kekeluargaan. Saling support, agar para pendaki tidak ada yang menyerah sebelum tiba ditujuan.

5. Sesama pendaki gunung adalah saudara walaupun sebelumnya mereka tidak saling kenal dan memiliki perbedaan latar belakang. Banyak orang merasakan bahwa gunung merupakan tempat orang-orang yang melakukan perjalanan pendakian.

6. Gunung senantiasa menawarkan pemandangan indah bagi pendaki selama melakukan perjalanan pendakian menuju puncak. Pemandangan alam hijau hingga puncak diatas awan selalu mampu membuat pendaki ingin selalu kembali mendaki gunung dan menikmati panorama indah ciptaan Yang Maha Kuasa.

7. Setiap pendaki akan merasakan pengalaman berbeda setiap kali melakukan perjalanan mendaki gunung. Faktor-faktor penentu yang beragam seperti misalnya jalur pendakian yang berbeda, interaksi dengan para pendaki lainnya, dan kondisi cuaca selalu menjadi cerita sendiri di setiap perjalanan.

8. Mengejar sunrise dan sunset di puncak gunung, adalah salah satu moment istimewa bagi para pendaki. Gradasi warna panorama yang menarik selalu berhasil membuat pendaki gunung terkagum-kagum. Hal ini membuat orang betah berlama-lama di puncak dan menjadikan hal ini sebagai salah satu alasan untuk kembali mendaki gunung.

9. Banyak hal yang akan merubah pola pikir para pendaki, salah satunya penghargaan terhadap alam. Hal ini menjadi salah satu pedoman yang harus dipegang oleh seorang pendaki, yaitu tidak boleh meninggalkan ataupun membuang sampah sembarangan. Keindahan alam adalah bonus bagi seorang pendaki dan untuk menjaganya ia harus ikut melestarikan, paling tidak dengan tidak mengotorinya.

10. Setiap pendakian akan menyisakan kenangan hebat bagi setiap yang melewatinya. Di alam bebas, seorang pendaki akan belajar untuk bertahan hidup hanya dengan bekal air dan makanan yang dibawanya, tidak ada yang lain. Belum lagi soal keamanan dan keselamatan selama mendaki. Penghargaan seperti ini sering kita abaikan dalam kehidupan sehari-hari kita.

11. Seorang pendaki akan terbentuk ketajaman atau kepekaannya akan hal-hal lain yang kemungkinan ada dan tidak terlihat secara kasat mata. Disinilah rasa saling menghargai tingkat tertinggi, bahwa dunia ini bukan hanya milik kita tetapi banyak kuasa-kuasa lain yang terjadi atas seizin Yang Maha Kuasa.

12. Seorang pendaki akan memiliki pengalaman hingga dokumentasi yang oranglain belum pernah merasakan sensasi mendaki. Pengalaman kamu bisa menjadi sumber inspirasi bagi sesama.

Demikian beberapa alasan yang membuat banyak orang hobi mendaki gunung. Mendaki gunung tidak hanya sekadar jalan-jalan biasa namun dapat memberikan makna khusus bagi pengembangan diri seorang manusia.

Mencapai puncak gunung merupakan suatu pencapaian yang harus dibayar dengan keringat, dinginnya alam yang menusuk tulang, berlelah-lelah membawa beban dan melangkahkan kaki, serta semangat yang selalu berkobar.

Untuk kamu yang belum pernah mendaki gunung, sudah rencanakan pendakian pertamamu ? Yuk singgah ke Danau Toba, para sobat traveler bisa memilih salah satu tujuan mendaki dari 6 lokasi pendakian eksotik di Kawasan Danau Toba. *jmh