Tobaria – Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh nilai-nilai kebersamaan dan patriotisme kebangsaan serta menghindari sifat egoisme diri dan kelompok.

Daya tarik alam kebudayaan dan wisata Indonesia unggul jauh dari negara lainnya, tapi sebagai warga negara harus terus memberikan perhatian, khususnya pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya budaya lokal.

Rondang sendiri berarti terang benderang, melebihi terang yang biasa. Biasanya rondang bintang dilakukan malam hari saat bulan purnama dan bintang juga bersinar terang.

Pesta Rondang Bintang diyakini sebagai bentuk kegembiraan dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas hasil panen yang didapat dan sebagai ajang pencarian jodoh bagi muda-mudi.

Dulunya, pesta ini hanya digelar secara sederhana dan dibuat sebagai bentuk persembahan kepada penguasa alam atau yang disebut sebagai Pangulu Balang saja.

Namun, pada saat ini, tradisi itu digelar dengan lebih meriah. Biasanya yang menjadi tempat pelaksanaan pesta itu adalah di salah satu daerah di Simalungun. Pelaksanaannya dilakukan secara menyeluruh untuk masyarakat Simalungun.

Masyarakat juga mengajak, bila pagelaran kebudayaan tersebut terus dilaksanakan dan ditingkatkan, maka masyarakat luas akan lebih mengenal tradisi Simalungun dan betapa pentingnya melestarikan tradisi agar tidak hilang ditelan zaman.

Momentum berharga tersebut jangan hanya dijadikan sekadar seremonial, tetapi juga bisa meningkatkan hubungan baik dan silaturahmi yang dilandasi rasa kekeluargaan serta kebersamaan antar sesama masyarakat Simalungun. 

Selain itu, untuk mempererat hubungan masyarakat Simalungun dengan masyarakat etnis lain di Deli Serdang.

Melalui pesta rondang bittang, sejarah dan tradisi Simalungun diperkenalkan kembali pada generasi muda.(*)